Wamen Atip Tekankan Kejujuran dan Hormat pada Guru dalam Pemantauan Pascalebaran

- Senin, 30 Maret 2026 | 13:25 WIB
Wamen Atip Tekankan Kejujuran dan Hormat pada Guru dalam Pemantauan Pascalebaran

PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai pemantauan pascacuti Idulfitri dan Nyepi dengan mengunjungi sejumlah sekolah di wilayah Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi. Kegiatan ini ditandai dengan peran pejabat kementerian sebagai pembina upacara bendera, salah satunya dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Atip Latipulhayat di SMA Negeri 28 Jakarta, Senin (30/3/2026). Dalam amanatnya, Atip menekankan internalisasi Ikrar Pelajar Indonesia, dengan fokus pada kejujuran, penghormatan kepada guru, dan tanggung jawab siswa untuk menciptakan pendidikan bermutu.

Kejujuran sebagai Fondasi Prestasi

Mengawali amanatnya di hadapan siswa-siswi, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa nilai keimanan dan ketakwaan harus diwujudkan dalam perilaku nyata, terutama dalam konteks akademik. Menurutnya, integritas dalam belajar merupakan prasyarat fundamental untuk meraih capaian pendidikan yang sesungguhnya.

"Kejujuran adalah pangkal dari prestasi dan capaian-capaian pembelajaran yang kita tetapkan. Itu harus kita implementasikan dalam aktivitas dan pembelajaran kita," tegas Atip dalam keterangan tertulis yang diterima.

Menghormati Guru sebagai Pilar Pembelajaran

Selain kejujuran, Wakil Menteri juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara siswa dengan pendidik dan orang tua. Ia menggambarkan rasa hormat ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi yang menentukan kualitas interaksi dan efektivitas proses belajar-mengajar di dalam kelas.

"Penghormatan kepada guru adalah pilar penting untuk terciptanya proses pembelajaran yang baik," imbuhnya.

Tanggung Jawab Bersama dalam Peningkatan Mutu

Lebih jauh, Atip menggarisbawahi bahwa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya berada di pundak negara. Meski pemerintah berkomitmen memperluas akses dan meningkatkan kualitas, peran aktif peserta didik dinilai sama krusialnya. Ia mendorong siswa untuk mengambil bagian dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.

"Adik-adik semua memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian penting dari hadirnya pendidikan yang bermutu," lanjutnya.

Apresiasi untuk Lingkungan Sekolah dan Tanggapan Siswa

Dalam kunjungannya, Atip turut mengapresiasi kondisi fasilitas dan lingkungan SMA Negeri 28 Jakarta yang telah mendukung konsep sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rindang, dan Indah). Ia mengingatkan seluruh warga sekolah untuk terus menjaga keberlanjutan lingkungan belajar yang kondusif tersebut.

Di sisi lain, antusiasme terlihat dari salah satu siswa, Umar Nur Hakim, yang mengaku mendapat pemahaman lebih mendalam tentang Ikrar Pelajar Indonesia setelah mendengar penjelasan langsung dari Wakil Menteri.

"Tadi Pak Wamen menjelaskan tiap poin dalam ikrar pelajar dan bagaimana pentingnya kita melaksanakan itu semua dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Umar.

Kunjungan kerja ini menandai dimulainya kembali aktivitas pembelajaran sekaligus menjadi pengingat akan nilai-nilai inti yang diharapkan tertanam dalam setiap proses pendidikan di tanah air.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar