Kemenhaj Fokus pada Transportasi dan Tenda Jelang Puncak Haji 9 Zulhijah 2026

- Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB
Kemenhaj Fokus pada Transportasi dan Tenda Jelang Puncak Haji 9 Zulhijah 2026
PARADAPOS.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan pelayanan puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026. Dua sorotan utama dalam persiapan ini adalah manajemen alur pergerakan jemaah serta kesiapan fasilitas tenda di kawasan Armuzna. Peninjauan kesiapan dilakukan langsung di Markaz yang disiapkan oleh syarikah Rakeen Mashariq pada Rabu (13/5), dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heryawan dan Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi.

Fokus pada Transportasi Bus Taraduddi

Dalam inspeksi tersebut, Ian Heryawan memberikan perhatian khusus pada kesiapan transportasi bus taraduddi yang melayani kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi hambatan mobilitas jemaah di tengah kepadatan yang diprediksi akan sangat tinggi. “Ini untuk memitigasi apabila terjadi kemacetan, kita akan ambil langkah-langkah terutama nanti pergeseran pada saat dari Muzdalifah ke Mina ini. Karena seringkali keterlambatan bus, jadi bisa kita antisipasi,” ujar Ian kepada tim Media Center Haji, Kamis (14/5/2026). Suasana di lapangan terlihat sibuk. Para petugas sibuk memeriksa rute dan jadwal keberangkatan bus, memastikan tidak ada celah yang bisa menyebabkan penumpukan jemaah di titik-titik rawan.

Verifikasi Kapasitas Tenda di Arafah

Selain transportasi, tim juga memverifikasi kapasitas tenda wukuf di Arafah. Pemetaan area dilakukan secara mendetail berdasarkan nama dan kelompok terbang (kloter) guna menghindari penumpukan. Ian menyebut kesiapan fasilitas di Armuzna saat ini telah melampaui angka 90 persen. “Kita harus memastikan bahwa setiap kapasitas tenda itu cukup untuk seluruh jamaah,” tegasnya seraya memastikan pemenuhan hak jemaah demi kelancaran puncak haji. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik tenda, sirkulasi udara, hingga ketersediaan air dan fasilitas sanitasi. Setiap detail diperhatikan agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman.

Pengawasan Ketat di Titik-Titik Strategis

Di sisi pengawasan, Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan petugas khusus yang sudah dibekali pelatihan sejak di Tanah Air. Fokusnya adalah memantau aktivitas jemaah yang keluar dari tenda saat di Arafah, termasuk jemaah yang berniat mengunjungi Jabal Rahmah. “Jadi tercatat semua dan sudah kita siapkan formnya, listnya dan disiapkan petugas-petugasnya dari sejak Tanah Air,” kata Dendi. Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk menjamin keamanan dan memantau posisi jemaah secara berkala. Mereka juga dibekali alat komunikasi dan peta lapangan untuk memudahkan koordinasi jika terjadi situasi darurat. Dalam sepekan terakhir, PPIH Arab Saudi sudah tiga kali melakukan pengecekan fasilitas di Armuzna. Dendi menegaskan bahwa pengecekan secara berulang akan terus dilakukan guna memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis siap melayani jemaah pada puncak haji nanti. Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar