Sisca Saras dan Artis Jepang Kolaborasi dalam Proyek Hipdut Goes Through Japan

- Selasa, 31 Maret 2026 | 12:25 WIB
Sisca Saras dan Artis Jepang Kolaborasi dalam Proyek Hipdut Goes Through Japan

PARADAPOS.COM - Sebuah kolaborasi musik internasional yang melibatkan penyanyi Indonesia Sisca Saras dan artis Jepang Ayaka Yasumoto (NecoMe) resmi diumumkan. Proyek bertajuk "Swipe Kanan Kiri" ini digarap di bawah naungan Sony Music Indonesia dan Sony Music Japan, dengan produser F4dli (FloorInc) yang bertanggung jawab atas produksi. Kolaborasi ini menandai upaya serius untuk membawa genre hipdut—perpaduan hip-hop dan dangdut—ke pasar global, dimulai dari Jepang.

Proses Kolaborasi yang Intens dan Cepat

Jalan menuju kolaborasi ini dimulai dari inisiatif label. Tim Sony Music Indonesia yang tengah menjalankan proyek dengan rekanan dari Jepang menawarkan kesempatan kepada F4dli untuk bekerja sama dengan artis Jepang, yang tertarik dengan karakter musik khasnya. Dari situ, komunikasi pun terjalin dan ide proyek mulai dikonkretkan.

F4dli mengungkapkan awal mula keterlibatannya. “Tim Sony Music Indonesia sedang melakukan proyek kerja sama dengan Sony Music Japan dan mereka menawariku untuk berkolaborasi dengan artis Jepang karena tertarik dengan karakter sound-ku. Dari situ, kami mulai berkomunikasi hingga akhirnya sepakat membuat kolaborasi,” tuturnya.

Proses kreatifnya sendiri berlangsung cukup intens. Meski terhalang perbedaan bahasa, Sisca Saras dan Ayaka Yasumoto menjalani workshop bersama dengan bantuan penerjemah. Tantangan itu tak menghalangi mereka untuk menciptakan lirik dalam dua bahasa yang menyatu dengan harmonis. Yang mengejutkan, seluruh proyek berjalan dengan tempo yang relatif cepat. Pada Januari 2026, proses rekaman digelar di Jakarta bersama tim dari Jepang. Hanya dalam lima hari, mereka berhasil menyelesaikan dua lagu, satu video musik, serta berbagai konten pendukung.

Pertemuan Dua Latar Belakang yang Serupa

Bagi Sisca Saras, proyek ini menjadi pengalaman internasional pertamanya dan meninggalkan kesan yang mendalam. Ia merasa memiliki chemistry yang baik dengan Ayaka Yasumoto, tidak hanya karena musik, tetapi juga karena latar belakang yang mirip sebagai mantan idol.

Sisca membagikan perasaannya. “Aku selalu senang kalau diajak kolaborasi, apalagi dengan artis Jepang yang kebetulan punya latar belakang yang mirip karena kami sama-sama idol,” ungkapnya.

Hipdut sebagai Jembatan Budaya

Pemilihan genre hipdut dalam "Swipe Kanan Kiri" merupakan pilihan yang disengaja dan penuh pertimbangan. F4dli melihat celah untuk menciptakan sesuatu yang segar, mengingat perpaduan musik Indonesia dan Jepang dalam format seperti ini masih terhitung jarang.

Produser tersebut menjelaskan pendekatan musiknya. “Aku memakai dasar koplo atau dangdut, tapi diberi sentuhan melodi dan sound khas Jepang sehingga terasa berbeda,” jelasnya.

Pendekatan itu ternyata juga cocok dengan selera Sisca Saras. Ia mengaku sangat menikmati proses membawakan lagu dengan nuansa hipdut. Baginya, genre ini menawarkan suasana yang santai namun enerjik, sekaligus dekat dengan karakter musik yang ia gemari.

“Seru banget! Hipdut itu santai dan asyik untuk dinyanyikan. Apalagi lagu ini upbeat dan bisa dipakai untuk joget,” ujarnya dengan semangat.

Pintu Masuk ke Pasar Global

Kolaborasi ini tidak sekadar merilis lagu, tetapi merupakan bagian dari inisiatif bertajuk "Hipdut Goes Through Japan". Harapannya, proyek ini dapat menjadi pintu gerbang bagi musik Indonesia, khususnya genre yang lahir dari kreasi lokal, untuk semakin dikenal di kancah internasional. Single "Swipe Kanan Kiri" sendiri dijadwalkan akan rilis di seluruh platform musik digital pada 10 April 2026, menandai sebuah babak baru dalam eksplorasi musik lintas budaya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar