Indonesia-Irlandia Jajaki Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Ekonomi Kreatif

- Rabu, 01 April 2026 | 04:50 WIB
Indonesia-Irlandia Jajaki Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Ekonomi Kreatif

PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Teuku Riefky Harsya, secara aktif menjajaki peluang kemitraan strategis dengan Irlandia. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengakselerasi pertumbuhan industri kreatif nasional, yang diyakini sebagai mesin penggerak ekonomi baru. Inisiatif tersebut mengemuka dalam pertemuan sekaligus perayaan Hari Nasional Irlandia atau Saint Patrick's Day di Jakarta, Rabu (17/3), yang dihadiri pula oleh Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon.

Potensi Sinergi dengan Raksasa Kreatif Global

Dalam pandangan Menteri Riefky, Irlandia dipandang sebagai mitra yang ideal untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif Indonesia menuju kancah internasional. Keyakinan ini didasari oleh rekam jejak Irlandia yang solid sebagai salah satu eksportir jasa kreatif terbesar dunia, dengan nilai mencapai USD231 miliar pada 2022. Sementara itu, Indonesia telah mengekspor produk sektor komputer dan mesin pengolah data senilai USD11,9 juta ke Irlandia pada tahun ini, menunjukkan fondasi hubungan ekonomi yang sudah terjalin.

Menteri Riefky menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar tentang transaksi ekonomi, melainkan pembangunan ekosistem yang berkelanjutan. "Ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membentuk ekonomi yang lebih inklusif dan berwawasan ke depan," jelasnya. "Dalam konteks ini, Irlandia menjadi mitra yang tepat dengan kekuatan konten dalam bercerita, industri digital, sastra, maupun film hingga mencerminkan ekosistem kreatif yang terhubung secara global."

Komitmen untuk Pertukaran Talenta dan Inovasi

Lebih dari sekadar kerja sama bisnis, langkah strategis ini juga menyentuh aspek pengembangan sumber daya manusia. Kemenparekraf berkomitmen untuk mendukung program pertukaran yang lebih intensif, mencakup lintas mahasiswa, residensi seniman, dan berbagai inisiatif budaya. Tujuannya jelas: membekali talenta lokal agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam komunitas kreatif global yang semakin kompetitif.

Dukungan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak Irlandia. Dubes Sharon Lennon menyatakan apresiasinya atas kehadiran delegasi Indonesia dalam perayaan Saint Patrick's Day, yang ia nilai sebagai bukti nyata pentingnya hubungan budaya. "Saint Patrick's Day bukan hanya perayaan tentang Irlandia, tetapi juga tentang kreativitas dan budaya yang terkoneksi dengan komunitas global," ungkapnya. "Kami melihat Indonesia sebagai mitra penting sehingga ekonomi kreatif menjadi inti dari kerja sama yang ingin kami bangun dan tumbuhkan bersama."

Memperluas Jangkauan Kolaborasi ke Berbagai Sektor

Komitmen Irlandia untuk memperkuat kemitraan ini terlihat konkret. Sharon Lennon menjelaskan bahwa misi diplomatik negaranya telah dirancang untuk menjangkau lebih dari 50 negara, dengan cakupan sektor yang beragam seperti mode, gim, gastronomi, dan budaya. Ia berharap Indonesia dapat terlibat lebih dalam dalam perayaan Saint Patrick's Day secara global ke depannya, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku industri, akademisi, dan komunitas kreatif dari kedua negara.

Pertemuan ini menandai babak baru dalam hubungan ekonomi kreatif Indonesia-Irlandia. Dengan memadukan kekuatan cerita dan budaya Indonesia dengan kemampuan inovasi serta konektivitas global Irlandia, kolaborasi ini berpotensi menciptakan nilai tambah yang signifikan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan menempatkan talenta kreatif Indonesia di peta dunia.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar