Polisi Buru Dua Pelaku Pembacokan Wanita Penolong Korban Jambret di Semarang

- Senin, 06 April 2026 | 23:00 WIB
Polisi Buru Dua Pelaku Pembacokan Wanita Penolong Korban Jambret di Semarang

PARADAPOS.COM - Polisi di Semarang, Jawa Tengah, tengah memburu dua orang pelaku pembacokan terhadap seorang wanita berinisial YH (30). Insiden kekerasan ini terjadi pada Minggu (5/4) pagi, ketika korban berusaha menolong temannya yang menjadi korban jambret tepat di depan rumahnya di wilayah Semarang Timur. Korban mengalami luka sayat di wajah dan bagian tubuh lainnya, sementara identitas para pelaku masih diselidiki.

Penyelidikan Berlangsung, Pelaku Masih Diburu

Hingga Senin (6/4/2026), tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang masih melakukan pelacakan terhadap dua pria yang diduga sebagai pelaku. Upaya identifikasi difokuskan pada analisis rekaman sejumlah kamera pengawas (CCTV) yang berhasil diamankan dari sekitar lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih terus berjalan. "Iya (Polrestabes Semarang memonitor pembacokan itu). Saat ini anggota sedang lidik pelakunya," jelas Andika.

Korban Terima 17 Sayatan Saat Berusaha Menolong

Berdasarkan informasi awal yang diterima penyidik, aksi kriminal ini berawal ketika teman korban, ACH (31), akan menjemput YH untuk berangkat ke gereja. Di depan rumah YH, ACH didatangi dua pria tak dikenal yang berusaha merampas barang miliknya.

Mendengar keributan, YH keluar rumah dan berusaha membantu temannya. Sayangnya, niat baiknya justru berbalas kekejaman. Salah seorang pelaku kemudian membacok YH, yang menurut laporan sementara menerima hingga 17 sayatan.

Andika menegaskan bahwa keterangan mengenai jumlah luka tersebut masih akan diverifikasi secara medis. "Info yang didapat seperti itu (korban mendapat 17 sayatan), nanti dipastikan dengan hasil VER (visum et repertum)," ungkapnya.

Pihak kepolisian saat ini masih menganalisis setiap bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV, untuk mengungkap identitas dan pelacakan keberadaan kedua pelaku. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan membantu penyelidikan jika memiliki informasi relevan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar