PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Emmanuel Ebenezer alias Noel mengungkapkan kondisi kesehatannya memburuk, dengan potensi perlunya operasi otak, usai menjalani sidang sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/4/2026). Pernyataan ini disampaikan Noel di tengah statusnya sebagai tahanan kasus korupsi, di mana ia juga melontarkan kritik pedas terhadap proses hukum yang dijalaninya.
Kondisi Kesehatan yang Memburuk
Usai menjalani serangkaian pemeriksaan di pengadilan, Noel terlihat kurang fit. Ia menjelaskan bahwa penurunan kesehatannya disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah di otak. Menurutnya, kondisi ini memerlukan penanganan medis yang serius dan kemungkinan besar berupa tindakan operasi.
"Saya ada masalah pembuluh darah di otak. Kemarin sudah ke rumah sakit, sepertinya butuh tindakan operasi," ungkapnya.
Penanganan Medis di Tengah Status Tahanan
Meski sedang menjalani masa penahanan, Noel memastikan bahwa ia akan mendapatkan perawatan yang diperlukan di rumah sakit. Namun, keputusan final mengenai waktu dan detail prosedur operasi masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan persetujuan dari pihak berwenang. Situasi ini menyoroti prosedur penanganan kesehatan bagi tahanan yang sedang menjalani proses hukum.
Kritik Terhadap Proses Hukum
Di luar persoalan kesehatan, mantan pejabat tersebut juga menyampaikan pandangannya tentang proses hukum yang ia hadapi. Ia mengaku diperlakukan dengan baik selama di rumah tahanan, namun menyimpan keberatan mendasar terhadap institusi penegak hukum.
"Di rutan itu diperlakukan dengan baik. Tapi yang bermasalah itu pimpinan KPK dan penyidiknya," tegas Noel.
Lebih lanjut, ia secara terbuka menuding adanya ketidakbenaran dalam narasi kasus yang dibangun terhadap dirinya. Dengan suara lantang, ia menyatakan tekad untuk terus membela diri.
"Walaupun saya ditahan, saya tetap punya semangat untuk melawan. Saya tidak takut," lanjutnya.
Pengakuan dan pernyataan Noel ini menambah dimensi baru pada kasus yang sedang berjalan, menyentuh aspek kesehatan, prosedur hukum, serta klaim ketidakadilan yang kerap menjadi perdebatan dalam proses peradilan.
Artikel Terkait
Telkom University Raih Peringkat PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026
Ekonom: Target Rupiah Rp16.800-Rp17.500 pada 2027 Realistis, Tapi Pemerintah Punya PR Besar
Presiden Prabowo Panggil Menteri Ekonomi dan Bos Danantara Bahas Pelemahan Rupiah
Putri Penulis Ahmad Bahar Dianiaya dan Diancam Pistol oleh Pimpinan GRIB Jaya, Dilaporkan ke Komnas HAM