PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan penyidik tengah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap sejumlah saksi untuk mempercepat proses pemberkasan dan menguatkan alat bukti.
Pemeriksaan Berjalan Intensif
Dalam keterangannya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026), Setyo Budiyanto menggambarkan ritme kerja penyidik yang padat. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci dilakukan secara beruntun untuk mengurai benang merah kasus yang menyita perhatian publik ini.
"Sekarang, penyidik bisa saya katakan melakukan pemeriksaan secara maraton. Artinya, banyak yang sudah dilakukan pemanggilan," tuturnya.
Pemanggilan Saksi untuk Perkuat Pembuktian
Lebih lanjut, Setyo menjelaskan bahwa setiap langkah penyidikan, termasuk pemanggilan ulang, dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Tujuannya adalah untuk memastikan akurasi dan kekuatan bukti sebelum kasus dilanjutkan ke tahap berikutnya pascapenetapan tersangka.
"Pemanggilan pasti berkaitan dengan kebutuhan penyidikan. Mungkin ada yang sudah pernah dipanggil, sudah diperiksa. Kemudian dipanggil lagi dan diperiksa kembali untuk memastikan dan menguatkan pembuktiannya," jelasnya.
Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian lembaga antirasuah dalam membangun kasus yang solid. Proses pemeriksaan yang teliti dan berulang terhadap keterangan saksi seringkali menjadi kunci dalam mengungkap pola dan modus operandi dalam kasus korupsi yang kompleks.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Puluhan Bobotoh Bersenjata Tajam dan Mabuk saat Konvoi Rayakan Gelar Juara Persib di Cianjur
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Kemenhaj Fokus Siapkan Layanan Puncak Ibadah di Armuzna
Pertamina dan ERIA Teken MoU Riset Transisi Energi Berkelanjutan
Pertamina Percepat Pengembangan Ekosistem Energi Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara untuk Target NZE 2060