Pertamina Percepat Pengembangan Ekosistem Energi Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara untuk Target NZE 2060

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:25 WIB
Pertamina Percepat Pengembangan Ekosistem Energi Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara untuk Target NZE 2060

PARADAPOS.COM - PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan di sektor darat, laut, dan udara sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060. Langkah ini disampaikan langsung oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, dalam acara Studium Generale Sustainability bertajuk “Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition” yang digelar Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. Acara ini menghadirkan akademisi global, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lintas sektor untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai tantangan serta peluang transisi energi.

Komitmen Pertamina di Tengah Dinamika Transisi Energi

Dalam forum yang menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri itu, Agung Wicaksono memaparkan bahwa Pertamina mengambil peran aktif melalui kesiapan teknologi, penguatan ekosistem, dan sinergi lintas sektor. Menurutnya, seluruh inisiatif ini diarahkan untuk mendukung target nasional yang telah menjadi komitmen kuat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Seluruh upaya ini kami arahkan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060, sebagaimana menjadi komitmen kuat Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Agung dalam paparannya.

Inisiatif di Sektor Darat: Dari EV Hingga Bioetanol

Di sektor transportasi darat, Pertamina tidak hanya memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan charging station dan battery swapping bersama Indonesia Battery Corporation (IBC). Perusahaan juga tengah membangun pabrik bioetanol terintegrasi di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini menyatu dengan kawasan perkebunan tebu lokal untuk menjamin pasokan bahan baku secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik.

Laut dan Udara: Dual Fuel Hingga Bahan Bakar Jelantah

Sementara di sektor transportasi laut, efisiensi energi didorong melalui pemanfaatan dual fuel, pengembangan green ammonia, hingga inovasi pemasangan panel surya di dek kapal untuk mendukung kebutuhan kelistrikan armada secara mandiri. Di sektor penerbangan, Pertamina melalui Pelita Air turut mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang memanfaatkan bahan baku used cooking oil atau minyak jelantah. Langkah ini menjadi solusi konkret pengurangan emisi karbon di industri aviasi global.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Menuju Solusi Nyata

Sejalan dengan langkah korporasi, Djoko Triyono selaku Acting Rector Universitas Pertamina menekankan pentingnya kolaborasi erat antar pemangku kepentingan. Menurutnya, transisi energi tidak bisa dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah.

“Transisi energi tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan aksi nyata guna mendukung terciptanya ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia,” jelas Djoko.

Guru Besar dari University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet, yang hadir sebagai pembicara utama memaparkan bahwa dunia saat ini berada di fase awal transformasi mobilitas hijau. Menurutnya, komoditas seperti biofuel dan drop-in fuels memegang peran sangat krusial sebagai jembatan transisi. Sementara untuk sektor yang lebih sulit didekarbonisasi seperti pelayaran laut, dibutuhkan solusi energi dengan densitas tinggi seperti green ammonia. Ia juga mengingatkan bahwa transisi energi bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sudah menjadi transformasi industri global yang wajib dihadapi lewat kolaborasi erat.

Menutup sesi, Agung Wicaksono menegaskan bahwa Pertamina akan terus mempertajam scenario planning dan strategi transformasi bisnisnya. Seluruh proses ini dijalankan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. Pertamina berkomitmen mendukung target NZE 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs), dengan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar