PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mewaspadai cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan. Peringatan ini mencakup potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di 11 wilayah daratan, serta peningkatan kecepatan angin di sejumlah perairan yang dapat berdampak pada keselamatan pelayaran.
Peringatan Dini untuk 11 Wilayah Daratan
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kendari, Faizal Habibie, memaparkan bahwa kondisi cuaca perlu diantisipasi terutama pada siang hingga sore hari. Wilayah-wilayah yang disebutkan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang mungkin diiringi kilat dan angin berkecepatan tinggi.
"Kami sampaikan peringatan dini untuk wilayah Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Muna, Muna Barat, dan Buton Utara, terutama pada siang hingga sore hari," jelas Faizal Habibie, Kamis (9/4/2026).
Kondisi Perairan dan Potensi Angin Kencang
Sementara di daratan diwaspadai hujan lebat, kondisi di perairan juga memerlukan perhatian serius. BMKG mencatat pola angin umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan bervariasi. Namun, terdapat potensi peningkatan kecepatan angin yang signifikan di titik-titik tertentu.
"Namun, kecepatan angin tertinggi diprakirakan dapat mencapai 20 knot atau 5 skala Beaufort," ujarnya.
Lebih lanjut, Faizal Habibie mengungkapkan bahwa kecepatan angin tinggi tersebut berpotensi terjadi di wilayah Teluk Bone, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi. Meski tinggi gelombang secara umum masih relatif rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter, angin kencang tetap menjadi faktor risiko utama bagi aktivitas laut.
Imbauan Keselamatan dan Masa Berlaku
Peringatan ini bukan sekadar informasi cuaca biasa, melainkan sebuah imbauan keselamatan yang bersifat preventif. BMKG secara khusus menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para pelaku aktivitas di laut.
"Prakiraan cuaca maritim ini berlaku mulai tanggal 9-12 April 2026. BMKG mengingatkan para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk tetap memperhatikan kondisi angin kencang tersebut demi keselamatan pelayaran," ungkapnya.
Untuk kondisi daratan, suhu udara di Sultra diprakirakan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi, mencapai 60-95 persen. Kombinasi faktor kelembaban dan potensi hujan ini menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung cuaca ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang menyarankan agar masyarakat tidak mengandalkan informasi dari sumber yang tidak resmi. Pemutakhiran informasi cuaca secara berkala sangat dianjurkan.
"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG untuk wilayah daratan dan perairan," tambah Faizal Habibie, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
KPK Periksa Pegawai dan Konsultan Pajak Terkait Kasus Restitusi Rp48,3 Miliar di Kalsel
Pemerintah Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran 2026, Angkutan Umum Naik 10,87 Persen
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel di Lebanon
Pemulihan Aceh Masuki Fase Stabilisasi, Huntara Tembus 91 Persen