Pemerintah Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran 2026, Angkutan Umum Naik 10,87 Persen

- Kamis, 09 April 2026 | 06:25 WIB
Pemerintah Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran 2026, Angkutan Umum Naik 10,87 Persen

PARADAPOS.COM - Pemerintah menyatakan penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan relatif lancar dan tertib, dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi berdasarkan dua survei independen. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi kerja sama seluruh kementerian dan lembaga, meski mengakui masih ada catatan untuk dievaluasi. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang di semua moda transportasi umum dibandingkan tahun sebelumnya.

Apresiasi untuk Kerja Sama dan Perencanaan Matang

Dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prasetyo Hadi menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan perencanaan yang dirancang sedemikian rupa. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang terlibat.

"Alhamdulillah semua dapat kita lalui dan masyarakat menyampaikan kepuasannya, tetapi ini adalah hasil kerja sama kita semua, adalah hasil perencanaan yang memang dirancang sedemikian rupa untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya, mengutip rilis resmi pemerintah.

Meski demikian, Prasetyo dengan sikap hati-hati mengakui bahwa pelaksanaan mudik tetap meninggalkan sejumlah catatan. Catatan-catatan ini, menurutnya, justru menjadi bahan berharga untuk penyempurnaan di masa depan.

"Meskipun ada catatan-catatan tentunya untuk perbaikan," tuturnya.

Tingkat Kepuasan Publik dan Lonjakan Penumpang

Pernyataan pemerintah tersebut sejalan dengan temuan dua lembaga survei. Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 85,3 persen, sementara survei dari KedaiKopi mencatat angka yang sedikit lebih tinggi, yakni 88,8 persen.

Di sisi lain, data operasional dari Kementerian Perhubungan mengonfirmasi tingginya animo masyarakat. Total penumpang angkutan umum selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 23,54 juta orang, atau mengalami kenaikan cukup tajam sebesar 10,87 persen dibandingkan realisasi tahun 2025.

Rincian Kenaikan di Setiap Moda Transportasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan bahwa peningkatan terjadi secara merata di seluruh sektor. Angkutan darat dan laut mencatat pertumbuhan yang signifikan.

"Moda kereta api sebanyak 7,31 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 10,13% dibandingkan 2025 yaitu 6,64 juta penumpang. Dan moda penyeberangan sebanyak 5,52 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 15,36% dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang," jelas Dudy dalam acara Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Secara rinci, angkutan jalan mencatat 3,89 juta penumpang (naik 11,64%), angkutan laut 2,02 juta penumpang (naik 9,86%), dan angkutan udara 4,77 juta penumpang (naik 6,97%).

Pola Pergerakan Kendaraan Pribadi

Tidak hanya transportasi umum, arus kendaraan pribadi dari wilayah Jabodetabek juga menunjukkan peningkatan sekitar 4 persen, menjadi 2,96 juta unit. Pola distribusi tujuannya memberikan gambaran yang menarik.

Mayoritas kendaraan, yakni lebih dari 1,5 juta unit atau 51,50 persen, bergerak menuju tujuan di sepanjang koridor timur Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sementara itu, sekitar 785 ribu kendaraan (26,5%) menuju arah barat seperti Banten dan Sumatra, dan 654 ribu kendaraan (22%) menuju kawasan selatan seperti Bogor dan Sukabumi.

Secara keseluruhan, gambaran pergerakan manusia selama periode 13 hingga 29 Maret 2026 berdasarkan Data Mobile Positioning mencapai angka yang sangat besar, yakni 147,55 juta orang. Angka ini semakin mengukuhkan mudik Lebaran sebagai fenomena mobilitas terbesar yang berlangsung rutin setiap tahun di Indonesia.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar