Menteri Setneg: Transportasi Listrik dan Perbaikan Angkutan Umum Kunci Transisi Energi

- Rabu, 08 April 2026 | 15:25 WIB
Menteri Setneg: Transportasi Listrik dan Perbaikan Angkutan Umum Kunci Transisi Energi

PARADAPOS.COM - Menteri Sekretaris Negara, Pratisto Hadi, menyatakan transportasi listrik sebagai salah satu alternatif kunci dalam transisi energi Indonesia menuju sistem yang lebih bersih dan efisien. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks upaya pemerintah yang lebih luas, termasuk pengurangan penggunaan kendaraan dinas berbahan bakar fosil dan perbaikan kualitas angkutan umum untuk mendorong peralihan masyarakat.

Dua Strategi Utama: Kendaraan Listrik dan Efisiensi

Pratisto Hadi menjelaskan bahwa langkah pemerintah berjalan pada dua jalur utama. Di satu sisi, kendaraan listrik diposisikan sebagai opsi masa depan. Di sisi lain, upaya efisiensi dan pengurangan secara bertahap terhadap armada kendaraan konvensional yang masih beroperasi terus digalakkan. Kebijakan ini juga menyentuh pengelolaan kendaraan dinas negara sebagai bentuk komitmen.

“Ya salah satu alternatif, salah satu alternatif. Jadi yang masih berbahan fosil kita coba efisienkan, kita kurangi penggunaan kendaraan-kendaraan berbasis fosil dan pemerintah memulai untuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas,” jelasnya pada Rabu, 8 April 2026.

Peran Vital Transportasi Umum yang Berkualitas

Transisi energi, menurut pandangan Menkretneg, tidak hanya bergantung pada pergantian jenis kendaraan. Aspek yang tak kalah pentingnya adalah menyediakan pilihan yang layak bagi publik. Peningkatan kualitas dan reliabilitas transportasi massal dinilai akan menjadi penarik utama agar masyarakat secara sukarela beralih dari ketergantungan pada kendaraan pribadi.

“Kita semua berharap mulai pelan-pelan memperbaiki transportasi publik kita sehingga diharapkan mulai bergeser untuk menggunakan transportasi massal gitu,” ungkapnya.

Target Jangka Panjang dan Realitas di Lapangan

Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bagian dari peta jalan menuju kemandirian energi nasional, sebuah cita-cita strategis jangka panjang. Namun, Pratisto Hadi dengan realistis mengakui bahwa proses perubahan fundamental semacam ini tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, investasi berkelanjutan, dan penyesuaian di berbagai sektor pendukung.

“Harapannya semua ke depan ini kita akan mandiri secara energi. Tapi memang ini membutuhkan waktu ya, jadi membutuhkan waktu,” tukasnya.

Pernyataan pejabat tinggi ini menggarisbawahi kompleksitas transisi energi, yang memadukan antara inovasi teknologi, perubahan perilaku, dan pembenahan infrastruktur dasar, seraya mengingatkan bahwa hasilnya akan terlihat secara bertahap.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar