KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT

- Minggu, 12 April 2026 | 03:00 WIB
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT

PARADAPOS.COM - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat, 10 April 2026. Penangkapan ini terjadi hanya setahun setelah pria kelahiran 1967 itu dilantik sebagai orang nomor satu di kabupaten tersebut. Gatut dan 15 orang lainnya diamankan dalam operasi yang digelar di Jawa Timur, mengejutkan banyak pihak mengingat ia baru terpilih dengan mandat kuat dari rakyat.

Karier Politik yang Terancam Kandas

Gatut Sunu Wibowo sebenarnya bukan nama baru dalam peta politik Tulungagung. Sebelum memenangkan Pilkada 2024, ia telah memiliki pengalaman memimpin daerah dengan menjabat sebagai Wakil Bupati sisa masa jabatan 2018–2023 sejak November 2021. Latar belakangnya sebagai pengusaha sukses di Jawa Timur sering disebut sebagai salah satu modalnya membangun jaringan. Pengalaman sebagai wakil bupati itulah yang kemudian menjadi batu loncatan solid saat ia maju dalam kontestasi pilkada.

Bersama pasangannya, Ahmad Baharudin dari Partai Gerindra, Gatut berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan perolehan suara sekitar 50,72 persen. Kemenangan itu kemudian mengantarnya ke Istana Negara untuk dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, memulai periode kepemimpinan 2025–2030 yang penuh harapan.

Operasi Senyap dan Penangkapan

Namun, puncak karier politiknya itu kini menghadapi ujian paling berat. Di tahun kedua masa jabatannya, Gatut justru harus berhadapan dengan proses hukum. Operasi yang digelar KPK tidak hanya menjaring sang bupati, tetapi juga sejumlah pihak lain yang diduga terlibat.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi perkembangan tersebut. "Tim mengamankan 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung," jelasnya pada Jumat lalu. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami secara intensif motif dan modus dugaan korupsi yang melatarbelakangi operasi ini. Status hukum Gatut dan yang lainnya dipastikan akan ditentukan dalam batas waktu yang diatur undang-undang.

Ujian bagi Pemerintahan Daerah

Kasus ini tentu menjadi pukulan telak bagi tata kelola pemerintahan di Tulungagung. Tertangkapnya seorang bupati yang baru setahun menjabat berpotensi menciptakan gejolak politik dan ketidakpastian dalam pelayanan publik. Situasi ini juga menambah catatan kelam tentang kepala daerah di Jawa Timur yang terjerat kasus korupsi.

Masyarakat kini menunggu proses hukum berikutnya, sambil mempertanyakan bagaimana pemerintahan kabupaten akan tetap berjalan stabil. Momentum ini menjadi pengingat betapa pentingnya integritas dan pengawasan dalam setiap lini kekuasaan, terlepas dari seberapa kuat mandat yang diperoleh dari proses demokrasi.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar