PARADAPOS.COM – PSSI tengah mempertimbangkan perubahan format untuk penyelenggaraan Piala Presiden 2026 mendatang. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, usai penutupan turnamen edisi 2025 di Jakarta, Minggu (9/3). Thohir mengungkapkan bahwa pembahasan format baru sudah mulai digodok bersama Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, dengan menekankan pentingnya peran serta pemerintah daerah.
Menyongsong Format Baru dan Evaluasi Partisipasi
Piala Presiden, yang telah memasuki usianya yang kedelapan, dikenal dengan format partisipasinya yang fleksibel, melibatkan antara enam hingga 20 klub, termasuk tim undangan dari luar negeri. Pada edisi 2025 yang baru saja berakhir, turnamen dengan peserta tersedikit itu dimenangkan oleh klub Thailand, Port FC, setelah mengalahkan Oxford United asal Inggris di partai puncak. Keikutsertaan klub asing dinilai memberikan dampak positif, meski kepastian kehadiran mereka di edisi depan masih perlu dikaji ulang.
Erick Thohir menyebutkan bahwa diskusi mengenai format yang tepat masih akan berlanjut. Pertimbangan ini tidak hanya menyangkut partisipasi klub internasional, tetapi juga menyesuaikan dengan dinamika kompetisi domestik dan kalender sepak bola global.
"Kami bersama Pak Maruarar Sirait sedang mempersiapkan format baru untuk Piala Presiden kedelapan," jelas Thohir. Ia menambahkan, kontribusi dari gubernur dan bupati di daerah penyelenggara sangat krusial untuk kesuksesan event ini.
Menjaga Konsistensi dan Sinergi Ekosistem Sepak Bola
Di sisi lain, Maruarar Sirait memandang konsistensi penyelenggaraan Piala Presiden sebagai buah dari kolaborasi yang solid di dalam ekosistem sepak bola nasional. Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen besar tidak bisa lepas dari dukungan banyak pihak.
"Konsistensi PSSI dalam menyelenggarakan Piala Presiden adalah hasil kerja sama berbagai elemen," ungkap Sirait. Ia menegaskan bahwa sinergi mulai dari klub, manajer, pemain, media, sponsor, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri merupakan kunci utama.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, termasuk kemungkinan penyesuaian jadwal terkait gelaran Piala Dunia 2026, PSSI tampaknya ingin mengkalkulasi setiap langkah dengan matang. Tujuannya jelas: agar Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi event seremonial, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Artikel Terkait
De Zerbi: Perbaikan Mentalitas, Bukan Taktik, Kunci Selamatkan Tottenham dari Jurang Degradasi
Ahli Jelaskan Cara Tepat Hadapi Ledakan Emosi Anak Saat Gawai Diambil
PLN Pastikan Tarif Listrik Tak Berubah pada Triwulan II 2026
Korban Jiwa Konflik AS-Israel vs Iran Capai Ribuan, Lebanon dan Irak Turut Terdampak