PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, ternyata memberikan dampak ganda. Selain bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa, program ini juga turut menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha lokal, seperti peternak telur ayam. Salah satu peternak di Desa Dakung mengaku merasakan manfaat langsung dari keterlibatannya sebagai pemasok, sementara otoritas setempat memantau dampak program terhadap harga komoditas di pasar tradisional.
Dampak Nyata bagi Peternak Lokal
Di tengah lahan peternakannya di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Hamzan Wadi merasakan angin segar dari Program MBG. Ia termasuk di antara pelaku usaha yang dilibatkan untuk menyuplai kebutuhan telur ayam ras ke dapur program tersebut. Keterlibatan ini, menurutnya, membawa keuntungan nyata bagi kelangsungan usahanya.
“Menjual ke dapur MBG lebih menguntungkan karena dibayar tunai, jadi perputaran modal untuk memelihara ayam bisa lebih lancar,” tutur Hamzan pada Senin, 13 April 2026.
Ia membandingkan mekanisme ini dengan penjualan ke pasar tradisional yang seringkali kurang pasti. Di pasar, peternak harus menunggu pembeli dan pembayaran tidak selalu dilakukan secara langsung. Satu tray telur ayam ras ukuran besar, lanjutnya, dapat dijual ke program MBG dengan harga sekitar Rp50.000, memberikan stabilitas pendapatan yang membantu mengelola operasional peternakan.
Pemantauan Harga Pasca Lebaran
Sementara program berjalan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Tengah terus memantau kondisi pasar. Kepala Dinas, Lalu Setiawan, melaporkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk telur, telah menunjukkan tren normalisasi usai periode Idulfitri.
“Harga telur saat ini sudah kembali normal jika dibandingkan dengan sebelum Lebaran,” jelasnya.
Namun, Setiawan juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menilai fluktuasi harga. Ia menegaskan bahwa tidak setiap kenaikan harga dapat serta-merta dikaitkan dengan permintaan dari Program MBG.
“Tidak semua kenaikan harga disebabkan oleh program MBG, sehingga perlu dilihat secara menyeluruh faktor-faktor yang memengaruhinya,” tambahnya. Ia menekankan bahwa setiap keluhan terkait hal ini akan diverifikasi lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang akurat.
Dua Sisi Manfaat Program
Cerita dari lapangan di Lombok Tengah ini menggarisbawahi potensi program sosial yang dirancang dengan melibatkan rantai pasok lokal. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhenti pada upaya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Lebih dari itu, skema pembelian yang melibatkan peternak seperti Hamzan Wadi menciptakan multiplier effect ekonomi.
Aliran pembayaran tunai yang lancar dari program kepada supplier langsung membantu kesehatan keuangan usaha mikro. Pada akhirnya, tujuan program pun berkembang: selain investasi untuk kesehatan generasi penerus, juga menjadi stimulus bagi ketahanan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Artikel Terkait
Kementerian Sosial dan Koperasi Sinergi Ubah Bansos Jadi Program Pemberdayaan Ekonomi
Anwar Usman Pamit dari MK, Ingatkan Risiko Hakim Tak Pernah Disukai Semua Pihak
Semen Padang Kian Terpuruk Usai Takluk dari Persis Solo
Jenazah Guru Honorer di Puncak Jaya Dievakuasi Aparat Lewat Medan Longsor