BPJPH dan LPS Kolaborasi Perkuat Laboratorium Halal Nasional

- Kamis, 16 April 2026 | 06:25 WIB
BPJPH dan LPS Kolaborasi Perkuat Laboratorium Halal Nasional

PARADAPOS.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat menjalin kerja sama strategis. Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat ekosistem jaminan halal nasional, dengan salah satu pilar utamanya adalah pemutakhiran dan penguatan kapasitas laboratorium halal milik BPJPH. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kredibilitas dan standar pengujian kehalalan produk di Indonesia.

Laboratorium sebagai Fondasi Kredibilitas

Dalam pertemuan di Jakarta, Kamis, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan peran sentral laboratorium dalam membangun sistem jaminan halal yang dapat dipercaya. Ia menyebut laboratorium bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan jantung dari seluruh proses penjaminan.

"Laboratorium adalah ruh dari jaminan produk halal. Kekuatan kita ditentukan oleh kemampuan pengujian dan pembuktian ilmiah. Kapasitas deteksi yang unggul akan menempatkan BPJPH pada posisi yang kredibel dan berkeadilan dalam mengambil keputusan," jelas Haikal.

Lebih lanjut, Haikal menilai bahwa laboratorium yang mutakhir menjadi penentu akhir ketika muncul perbedaan hasil uji atau keraguan terhadap status kehalalan suatu produk. Kemampuan teknis yang unggul diharapkan dapat menjadi rujukan otoritatif dalam menyelesaikan perselisihan tersebut.

Dukungan LPS untuk Standar Kelas Dunia

Dari sisi LPS, Ketua Dewan Komisioner Anggito Abimanyu menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pengembangan sistem jaminan halal Indonesia. Dukungan ini diarahkan agar standar yang diterapkan setara, bahkan melampaui, lembaga serupa di negara lain.

"Kami mendukung pengembangan jaminan produk halal agar minimal setara dengan lembaga serupa di negara lain. Penguatan laboratorium menjadi bagian penting agar sistem ini semakin kredibel," ungkap Anggito.

Ia menambahkan bahwa LPS siap mengoordinasikan dukungan dari berbagai pihak untuk merealisasikan pemutakhiran laboratorium BPJPH. Anggito menegaskan bahwa laboratorium ini harus memiliki kualitas dan otoritas yang lebih tinggi dibandingkan laboratorium lainnya, mengingat fungsinya yang spesifik dan krusial.

Visi Laboratorium Rujukan Nasional

Anggito memberikan penekanan khusus pada posisi laboratorium BPJPH yang diharapkan menjadi rujukan nasional. Ia membedakan secara jelas fungsi fasilitas ini dengan laboratorium komersial pada umumnya.

"Laboratorium BPJPH harus memiliki kualitas di atas yang lain. Ini bukan laboratorium biasa. Kualitas lab BPJPH harus di atas yang lain. Dan ini bukan lab ritel, ya, tapi untuk pengujian produk yang sudah diuji tapi perlu pengujian," tegasnya.

Mempercepat Penguatan Infrastruktur Halal

Sinergi antara kedua lembaga ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur halal nasional yang lebih solid. Langkah konkret dari kerja sama ini diyakini tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga membangun kepercayaan publik yang lebih besar terhadap sertifikasi halal dalam negeri.

Menutup pembahasan, Anggito menyatakan bahwa kedua institusi akan segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan aksi nyata. Tujuannya jelas: mewujudkan laboratorium halal yang modern, akurat, dan berintegritas tinggi untuk melayani kebutuhan umat dan industri di Indonesia.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar