Dokter Mata Ingatkan Bahaya Screen Time dan Rokok bagi Kesehatan Visual

- Kamis, 16 April 2026 | 12:50 WIB
Dokter Mata Ingatkan Bahaya Screen Time dan Rokok bagi Kesehatan Visual

PARADAPOS.COM - Menatap layar digital dalam waktu lama tidak hanya menyebabkan mata lelah, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan jaringan mata. Dokter spesialis mata Dearaini dari Eka Hospital Permata Hijau mengingatkan pentingnya langkah pencegahan, termasuk menerapkan aturan 20-20-20 dan pemeriksaan rutin, untuk menjaga kesehatan mata di era digital ini.

Mengenal Floaters dan Dampak Screen Time

Dearaini menjelaskan bahwa meski screen time yang berlebihan tidak secara langsung menyebabkan floaters, kondisi tersebut dapat memperburuk persepsi kita terhadap gangguan penglihatan yang satu ini. Floaters sendiri adalah bayangan kecil berbentuk titik atau garis yang tampak mengambang dan melayang-layang di bidang pandang. Kehadirannya yang seringkali tiba-tiba ini bisa cukup mengganggu fokus penglihatan.

Meski dialami banyak orang dan terkesan sepele, fenomena ini patut diperhatikan. Bisa jadi, ini merupakan tanda adanya perubahan pada mata yang memerlukan penanganan medis.

Kiat Praktis Menjaga Kesehatan Mata

Untuk mengatasi kelelahan mata dan mengurangi risiko, Dearaini memberikan sejumlah rekomendasi praktis. Salah satu yang paling dikenal adalah aturan 20-20-20.

"Walaupun tidak menyebabkan floaters secara langsung, kondisi ini bisa memperburuk persepsi terhadap bintik melayang. Terapkan aturan setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik. Pandang objek sejauh 20 kaki atau sekitar enam meter," jelasnya dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Kamis (16/4/2026).

Selain itu, pemeriksaan mata secara berkala menjadi benteng pertahanan berikutnya. Pemeriksaan menyeluruh yang mencakup tes slit-lamp, pemeriksaan retina, dan tonometri untuk mengukur tekanan bola mata dapat mendeteksi masalah sejak dini.

Peran Gaya Hidup dan Nutrisi

Kesehatan mata ternyata juga sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh secara keseluruhan dan pola hidup sehari-hari. Mengendalikan penyakit sistemik seperti diabetes dan hipertensi, misalnya, adalah langkah krusial karena kedua penyakit ini berdampak signifikan pada pembuluh darah di retina.

Perlindungan dari paparan sinar ultraviolet (UV) juga tidak boleh diabaikan. Sinar matahari yang berlebihan diketahui dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk vitreous dan retina. Di sisi lain, asupan nutrisi yang seimbang berperan besar dalam menjaga elastisitas dan kesehatan jaringan mata dari dalam.

Bahaya Rokok bagi Kesehatan Visual

Dalam paparannya, Dearaini secara khusus menyoroti bahaya rokok bagi mata. Kebiasaan merokok disebut dapat mempercepat degenerasi makula dan mengurangi aliran darah yang kaya oksigen ke retina.

Lebih detail ia menerangkan, nikotin dan radikal bebas dalam asap rokok ternyata juga mempercepat degradasi kolagen pada vitreous atau cairan bening di dalam bola mata. Proses inilah yang kemudian dapat memicu pembentukan floaters lebih cepat.

"Berhenti merokok akan memberikan manfaat langsung pada kesehatan mata dan memperlambat proses penuaan visual," tegas Dearaini.

Serangkaian anjuran dari ahli ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan mata adalah investasi jangka panjang. Dibutuhkan kesadaran dan disiplin untuk menerapkan kebiasaan baik, sekaligus menghindari faktor risiko, agar fungsi penglihatan tetap optimal hingga tua nanti.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar