Korban Konflik Lebanon-Israel Capai 2.387 Jiwa, Data Terungkap Pascagenjatan Senjata

- Senin, 20 April 2026 | 20:50 WIB
Korban Konflik Lebanon-Israel Capai 2.387 Jiwa, Data Terungkap Pascagenjatan Senjata

PARADAPOS.COM - Pemerintah Lebanon mengumumkan korban jiwa akibat serangan militer Israel yang dimulai pada awal Maret lalu telah mencapai 2.387 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 7.602 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam periode yang sama. Data terbaru ini muncul di tengah upaya pemulihan pasca dimulainya gencatan senjata 10 hari yang diumumkan pekan lalu.

Korban Berjatuhan di Tengah Upaya Pemulihan

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (17/4) lalu, situasi di lapangan memungkinkan pihak berwenang dan tim penyelamat untuk bekerja lebih intensif. Mereka berhasil mengevakuasi sejumlah jenazah yang sebelumnya terkubur di bawah reruntuhan bangunan di daerah-daerah yang mengalami serangan paling berat. Upaya pencarian dan pertolongan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang besarnya dampak konflik terhadap warga sipil.

Pemicu dan Eskalasi Konflik

Konflik yang melibatkan Lebanon dan Israel ini dipicu oleh serangan roket yang diluncurkan kelompok Hizbullah, sekutu Iran, ke wilayah Israel pada 2 Maret. Israel merespons dengan serangan udara skala besar yang diikuti oleh invasi darat, sehingga secara efektif menarik Lebanon ke dalam dinamika ketegangan regional yang lebih luas.

Peran Mediasi AS dan Pengumuman Gencatan Senjata

Gencatan senjata 10 hari ini merupakan hasil dari proses diplomasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Langkah ini diawali oleh pertemuan langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC pada Selasa (14/4), yang difasilitasi oleh pihak AS.

Mantan Presiden AS Donald Trump kemudian secara resmi mengumumkan kesepakatan tersebut. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Kamis (16/4) waktu AS, Trump menyatakan, "Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST."

Jalan Panjang Menuju Perdamaian

Meski gencatan senjata memberikan jeda kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, laporan korban jiwa yang tinggi menggarisbawahi betapa dalamnya luka yang ditinggalkan konflik singkat namun intens ini. Para pengamat menilai, periode tenang ini merupakan ujian pertama bagi komitmen kedua belah pihak, sementara upaya untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut diperkirakan akan membutuhkan proses yang panjang dan rumit.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar