Volume Terminal Petikemas Jambi Melonjak 22,5% Menjelang Lebaran 2026

- Senin, 20 April 2026 | 11:50 WIB
Volume Terminal Petikemas Jambi Melonjak 22,5% Menjelang Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - Aktivitas logistik di terminal peti kemas Jambi mengalami lonjakan signifikan pada Maret 2026, menyongsong puncak musim mudik dan kebutuhan Idulfitri. Data operasional menunjukkan volume peti kemas yang ditangani melonjak lebih dari 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh distribusi bahan pokok dan material pembangunan infrastruktur. Kinerja ini juga ditopang oleh kondisi perdagangan luar negeri provinsi yang tetap solid dengan surplus neraca yang besar.

Angka Pertumbuhan yang Signifikan

Berdasarkan catatan operasional IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi, volume throughput pada Maret 2026 mencapai 2.775 TEUs. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam, yaitu 22,5 persen, dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 2.265 TEUs. Lonjakan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan langsung dari mobilitas ekonomi yang semakin menggeliat di wilayah tersebut, terutama dalam menghadapi permintaan tinggi jelang hari raya.

Daya Dorong dari Ekspor dan Pembangunan

Di balik peningkatan arus logistik tersebut, struktur ekonomi Jambi memainkan peran kunci. Provinsi ini mencatatkan surplus neraca perdagangan yang besar pada Januari 2026, dengan nilai ekspor mencapai US$152,92 juta, jauh melampaui impor sebesar US$11,16 juta. Ekspor yang bertumpu pada sektor industri serta komoditas andalan seperti turunan kelapa sawit dan karet memberikan kontribusi stabil. Sementara itu, dari sisi domestik, geliat pembangunan infrastruktur secara masif mendorong permintaan tinggi terhadap distribusi material seperti semen.

Manager Operasi IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji, mengonfirmasi upaya operasional di balik pertumbuhan ini. "Pertumbuhan ini mencerminkan upaya kami dalam memastikan operasional yang andal, mempercepat layanan bongkar muat, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya dalam keterangan pers, Senin, 20 April 2026.

Antisipasi Kebutuhan Pokok dan Industri

Selain material konstruksi, terminal juga menghadapi peningkatan arus barang konsumsi. Distribusi kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari beras, tepung, hingga aneka makanan dan minuman, mengalami kenaikan seiring persiapan menyambut Lebaran. Di sisi lain, pola impor yang masih didominasi mesin dan peralatan industri mengisyaratkan bahwa aktivitas produksi dan investasi di daerah tetap berjalan dengan baik, yang pada gilirannya membutuhkan dukungan layanan logistik yang tangguh dan efisien.

Strategi Menjaga Momentum

Untuk memastikan kelancaran arus barang yang kian padat, manajemen terminal tidak hanya mengandalkan kondisi pasar. Berbagai langkah kesiapan operasional telah dan terus dilakukan, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia hingga optimalisasi peralatan bongkar muat. Tujuannya jelas: meminimalisir hambatan dan menjaga standar layanan tetap tinggi di tengah tekanan permintaan.

Wedhar Tani Aji menegaskan visi yang lebih luas dari peran terminal. "Kami memandang terminal petikemas Jambi bukan hanya sebagai titik bongkar muat, tetapi sebagai enabler pertumbuhan ekonomi. Dengan kesiapan layanan yang terus kami tingkatkan, kami optimistis dapat mendukung kelancaran arus logistik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah dan nasional," jelasnya.

Indikator Kepercayaan Ekonomi

Pada akhirnya, tren positif di terminal peti kemas Jambi ini lebih dari sekadar laporan kuartalan. Ia menjadi barometer penting yang menunjukkan vitalitas sektor logistik sebagai urat nadi perekonomian. Dalam konteks menghadapi momen-momen puncak seperti Idulfitri, kinerja yang terjaga tidak hanya memastikan barang sampai tepat waktu, tetapi juga memperkuat fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat regional.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar