Jutaan Jemaah Haji Mulai Berdatangan ke Tanah Suci, 221 Ribu dari Indonesia Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

- Sabtu, 25 April 2026 | 00:25 WIB
Jutaan Jemaah Haji Mulai Berdatangan ke Tanah Suci, 221 Ribu dari Indonesia Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem
PARADAPOS.COM - Menjelang puncak musim haji, jutaan jemaah dari seluruh dunia mulai berdatangan ke Tanah Suci, termasuk sekitar 221 ribu jemaah haji Indonesia yang secara bertahap memadati Makkah dan Madinah. Persiapan matang menjadi kunci utama, terutama karena cuaca ekstrem yang kerap mencapai lebih dari 45 derajat Celcius serta perbedaan regulasi di Arab Saudi kerap menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan mematuhi aturan setempat menjadi prioritas agar ibadah berjalan lancar dan setiap jemaah berpeluang meraih predikat haji mabrur.

Bekal Utama: Dokumen dan Perlengkapan Ibadah

Hal pertama yang wajib dibawa adalah dokumen perjalanan. Paspor, visa haji, tiket, kartu identitas, dan kartu digital haji (Nusuk) harus disimpan dalam satu tas khusus yang selalu melekat di tubuh. Jangan lupa untuk menyalin semua dokumen penting ini dalam bentuk digital dan menyimpannya di folder khusus dalam ponsel. Selain dokumen, perlengkapan ihram juga perlu disiapkan. Bagi jemaah laki-laki, siapkan beberapa potong kain ihram. Sementara untuk jemaah wanita, siapkan kain dan jamu kena. Pakaian harian yang mudah menyerap keringat sangat disarankan mengingat kondisi cuaca panas di Arab Saudi. Alquran, sejadah lipat, tasbih, buku doa, dan kopi juga menjadi bawaan yang tak kalah penting.

Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas

Hidrasi adalah kunci utama untuk menunjang seluruh kegiatan ibadah. Konsumsi air putih sebanyak 2 hingga 3 liter per hari, atau minum minimal 200 ml setiap jam. Jangan menunggu sampai merasa haus. Semprotan air ke wajah dan tabir surya juga penting untuk melindungi kulit dari sengatan sinar UV dan menghindari heatstroke. Perlengkapan pribadi seperti alat mandi, alas kaki yang nyaman, adaptor universal (karena perbedaan jenis stop kontak dengan Indonesia), dan powerbank untuk memastikan daya ponsel tetap terjaga juga wajib dibawa.

Keamanan Finansial dan Navigasi Darurat

Selalu usahakan membawa uang tunai saat pergi ke masjid untuk mengerjakan rukun haji. Patuhi jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan oleh petugas haji agar tidak bertabrakan dengan jadwal lainnya. Istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu sangat dianjurkan. Untuk mengantisipasi risiko terpisah dari kelompok, tetapkan titik kumpul darurat yang mudah dicapai. Saat beribadah, terutama saat tawaf, usahakan jangan melawan arus. Berputarlah ke kanan mengikuti arah tawaf karena melawan arus sangat membahayakan.

Barang yang Dilarang Dibawa

Saat penerbangan, ada sejumlah barang yang dilarang dibawa. Beberapa di antaranya adalah senjata api, senjata tajam, cairan mudah terbakar, korek api, powerbank dengan kapasitas tertentu, cairan lebih dari 100 mililiter, rokok elektronik, obat tanpa resep dokter, barang berbau menyengat, dan rokok dalam jumlah besar.

Larangan di Tanah Suci

Arab Saudi menerapkan aturan ketat terkait larangan merokok. Anti-smoking law melarang aktivitas merokok di 19 jenis lokasi publik, termasuk masjid, hotel, sarana transportasi umum, dan fasilitas pemerintahan. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah masuk dalam kawasan larangan absolut. Jemaah sama sekali tidak boleh merokok di dalam kompleks masjid maupun di halaman luarnya. Aturan ini juga berlaku di sekitar hotel dalam radius 10 meter dari pintu masuk, serta di transportasi umum seperti bus, kereta, dan pesawat. "Bagi anda para calon jemaah haji yang masih nekat merokok di tempat-tempat tadi, maka denda minimal 200 real atau sekitar Rp600 ribu menanti anda," jelas seorang petugas haji. Di beberapa kasus, pelanggar yang kedapatan merokok di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bahkan bisa ditahan hingga 7 hari sebagai bentuk efek jera. Selain merokok, dilarang mengibarkan bendera sembarangan, terutama di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Otoritas keamanan Saudi bisa membawa pelaku untuk diproses hukum. Larangan lainnya adalah mengambil barang sekecil apapun yang bukan miliknya.

Jika Dokumen Hilang

Jika paspor atau dokumen perjalanan lainnya hilang, tetap tenang dan coba ingat lokasi terakhir dokumen digunakan, apakah di hotel, bus, atau masjid. Segera laporkan ke petugas Haji Indonesia atau PPIH, terutama ketua kloter atau kelompok terbang. Mereka adalah jalur tercepat untuk bantuan karena memiliki koordinasi langsung dengan otoritas lokal. "Jangan lupa anda lapor ke polisian setempat untuk bisa membuat laporan kehilangan," ujar seorang petugas. Laporan ini penting sebagai bukti resmi untuk pengurusan dokumen pengganti. Selanjutnya, hubungi kedutaan atau konsulat RI karena mereka bisa menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor yang hilang. Sebagai tips pencegahan, simpan dokumen perjalanan di tas khusus anti air yang selalu melekat di tubuh. Jangan sekali-kali menitipkan tas dokumen kepada orang lain, apalagi orang yang tidak dikenal. Pastikan juga memiliki salinan digital dokumen tersebut di ponsel sebagai cadangan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar