Kecelakaan Beruntun KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Tewaskan 15 Orang, Operasional Ditargetkan Pulih Siang Ini

- Rabu, 29 April 2026 | 03:25 WIB
Kecelakaan Beruntun KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Tewaskan 15 Orang, Operasional Ditargetkan Pulih Siang Ini
PARADAPOS.COM - Kecelakaan beruntun yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam lalu memicu terganggunya layanan KRL rute Cikarang dan Bekasi Timur. Insiden yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya itu dipicu oleh sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan tak jauh dari stasiun, menyebabkan KRL berhenti dan kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Pemerintah menargetkan layanan KRL di dua rute tersebut dapat kembali beroperasi pada siang hari ini, Rabu (29/4/2026), setelah mendapat izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Operasional KRL Ditargetkan Pulih Siang Ini

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026), menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu lampu hijau dari KNKT. Ia menekankan bahwa lembaga tersebut memiliki kewenangan penuh dalam investigasi kecelakaan. "Pada hari ini Insyaallah apabila telah diberikan clearance oleh KNKT, karena KNKT menjadi pihak yang bertanggung jawab melakukan investigasi, apabila sudah ada clearance dari KNKT kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk beroperasi lagi," ujarnya. Saat ini, proses uji coba tengah berlangsung di jalur rel. Pemerintah ingin memastikan seluruh aspek teknis siap sebelum layanan kembali dibuka. "Sekarang kami dalam proses persiapan uji coba. Baik uji coba rel, jalan dan sebagainya untuk memastikan stasiun ini sudah bisa melayani kembali," ungkapnya.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Dalam kesempatan yang sama, Dudy menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ia mengingatkan PT KAI untuk tidak terburu-buru dan tetap mengedepankan prosedur. "Yang paling utama adalah keselamatan. Itu yang paling penting. Yang ingin kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan stasiun Bekasi Timur," ujarnya. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin turut angkat bicara. Ia memastikan bahwa layanan KRL akan kembali beroperasi pada siang hari ini dengan frekuensi yang sama seperti sebelumnya. "Insyallah siang kita akan membuka layanan KRL kita, Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya," ujarnya. Bobby juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan. Menurutnya, tidak ada toleransi sedikit pun terhadap pelanggaran prosedur. "Kami perlu menegaskan juga, keselamatan adalah prioritas kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau tingkat keselamatan," katanya.

Pembukaan Bertahap dengan Pembatasan Kecepatan

Proses pemulihan operasional tidak dilakukan secara serentak. Bobby menjelaskan bahwa pembukaan layanan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan instruksi dari KNKT. "Prosesnya akan kita lakukan bertahap. Dan pada saat ini sudah dapat clearance dari KNKT jalur itu sudah bisa dilakukan, dengan catatan pembatasan kecepatan," jelasnya.

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa tragis itu bermula pada Senin (27/4) malam. Sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan yang tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya, KRL yang melaju terpaksa berhenti di stasiun untuk menunggu proses evakuasi. Namun, nahas, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat mengerem dan menabrak KRL yang sedang berhenti tersebut. Tabrakan keras itu menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar