PARADAPOS.COM - Suasana duka menyelimuti kediaman Nur Aeini Eka Ramadani, seorang karyawan Kompas TV, di Blok H, Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 29 April 2026. Korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, dan jenazahnya telah teridentifikasi oleh pihak keluarga serta manajemen perusahaan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah dibawa ke rumah duka untuk disalatkan di Masjid Nur Hidayah, Desa Sumberjaya, sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangun Jaya.
Duka di Tengah Keheningan Perumahan
Di lokasi rumah duka, suasana hening namun penuh haru terasa sejak siang hari. Sejumlah kerabat dan warga sekitar tampak berdatangan, sementara beberapa karangan bunga sudah terhampar rapi di bagian depan rumah. Langkah kaki pelan dan percakapan lirih menjadi pemandangan yang mendominasi, seolah semua orang ingin memberikan penghormatan terakhir secara khidmat.
Pernyataan Langsung dari Pejabat Daerah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Dengan nada penuh keprihatinan, ia menyampaikan harapannya agar tragedi serupa tidak terulang kembali.
"Saya menyampaikan duka yang mendalam. Semoga peristiwa ini (tabrakan kereta api) adalah peristiwa terakhir," ujar Dedi di rumah duka yang berlokasi di Bekasi, Rabu, 29 April 2026.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang juga berada di lokasi yang sama, mengisyaratkan adanya rencana bantuan bagi para korban. Ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk merumuskan langkah selanjutnya.
"Saya dan pak Gubernur akan berdiskusi. Berapa anggarannya? Berapa dananya?" ungkap Asep di lokasi yang sama.
Proses Identifikasi dan Pemulangan Jenazah
Sebelumnya, jasad Nur Aini Eka Ramdani telah terkonfirmasi meninggal dunia setelah perwakilan manajemen Kompas TV bersama pihak keluarga melakukan pencocokan data korban. Kondisi jenazah yang masih utuh disebut mempermudah proses identifikasi. Setelah seluruh administrasi rampung, keluarga langsung membawa jenazah ke rumah duka di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian panjang penanganan pasca-tabrakan kereta api yang mengguncang Stasiun Bekasi Timur.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala Staf Kepresidenan dan Gubernur Jabar Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Kombes Eko Diusulkan Raih Hoegeng Awards 2026 Berkat Program Ubah Pola Pikir Warga Agar Tak Rusak Hutan
Pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026: Dominasi Tuan Rumah Diimbangi Kejutan Tim Tamu, Persib dan Persija Tertahan
Kecelakaan Beruntun KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Tewaskan 15 Orang, Operasional Ditargetkan Pulih Siang Ini