Banjir Bandang Sarolangun Rusak Belasan Rumah, 1.430 Jiwa Terdampak di Dua Kecamatan

- Rabu, 29 April 2026 | 16:50 WIB
Banjir Bandang Sarolangun Rusak Belasan Rumah, 1.430 Jiwa Terdampak di Dua Kecamatan
PARADAPOS.COM - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, menyebabkan kerusakan parah pada belasan unit rumah warga. Peristiwa ini terutama berdampak di Kecamatan Batang Asai dan Kecamatan Batin Delapan, dengan puluhan rumah dilaporkan hanyut dan mengalami kerusakan berat. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 18 unit rumah di Batang Asai rusak berat, sementara satu rumah di Batin Delapan hanyut total. Selain merusak tempat tinggal, banjir juga menghancurkan barang-barang rumah tangga dan mengganggu akses air bersih warga.

Kerusakan Terparah di Batang Asai

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, memberikan keterangan berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perkim, BPBD, serta laporan para camat dan kepala desa. Ia menyebutkan bahwa di Kecamatan Batang Asai, kerusakan paling parah terjadi di 13 desa. Rumah-rumah yang hanyut dan roboh tercatat sebanyak 18 unit. “Kerusakan berat meliputi rumah yang hanyut hingga roboh. Selain itu, terdapat satu unit rumah rusak sedang dan 365 unit rumah rusak ringan, dengan total warga terdampak mencapai 390 kepala keluarga,” ujar Gerry, Rabu, 29 April 2026.

Batin Delapan: Satu Rumah Hanyut, Ribuan Jiwa Terdampak

Sementara itu, di Kecamatan Batin Delapan, situasi tak kalah memprihatinkan. Sebuah rumah di Desa Tanjung Gagak dilaporkan hanyut terbawa arus deras. Bangunan tersebut kini hanya menyisakan lantai dan pondasi. “Jumlah warga terdampak di wilayah Kecamatan Batin Delapan mencapai 1.430 jiwa yang tersebar di delapan desa,” tambah Gerry. Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui tim gabungan terus melakukan pendataan lanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan keakuratan data sekaligus menyiapkan strategi penanganan dan pemulihan pascabencana. Warga berharap bantuan segera tiba, mengingat akses air bersih dan kebutuhan dasar lainnya masih sangat terbatas.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar