Menteri Haji Takziah ke Rumah Duda Jamaah Haji Maros, Sebut 290 Orang Wafat di Arab Saudi

- Minggu, 14 Juni 2026 | 19:00 WIB
Menteri Haji Takziah ke Rumah Duda Jamaah Haji Maros, Sebut 290 Orang Wafat di Arab Saudi
PARADAPOS.COM - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan takziah ke rumah duka almarhum Sangkala, seorang jamaah haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Arab Saudi. Kunjungan ini berlangsung di Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, pada Minggu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan, sapaan akrabnya, menyampaikan belasungkawa dan menegaskan komitmen negara untuk hadir di tengah keluarga yang ditinggalkan. Almarhum Sangkala merupakan bagian dari Kelompok Terbang (Kloter) 20 dan wafat pada Sabtu, 6 Juni, pukul 14.24 waktu setempat.

Takziah Langsung ke Rumah Duka

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Sangkala saat rombongan Menteri tiba. Rumah sederhana di Desa Bori Kamase itu menjadi saksi kedatangan sejumlah pejabat yang turut mendampingi Menteri. Mereka adalah Bupati Maros Chaidir Syam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin. Kehadiran para pejabat ini bukan sekadar seremoni. Gus Irfan menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral negara. “Kehadiran pemerintah di tengah keluarga jamaah yang meninggal dunia menjadi bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab moral negara kepada para tamu Allah yang wafat saat menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Instruksi Nasional dan Data Terkini

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh kepala kantor haji di Indonesia untuk melakukan hal serupa. Setiap keluarga yang kehilangan anggota keluarganya di Tanah Suci harus mendapat kunjungan takziah secara langsung. Ia juga memaparkan data terbaru penyelenggaraan haji tahun 2026. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi mencapai sekitar 290 orang. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan musim haji tahun sebelumnya. Meski begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena dalam beberapa hari terakhir tren kematian menunjukkan peningkatan. “Kami tetap waspada karena dalam beberapa hari terakhir angkanya mengalami kenaikan,” jelasnya.

Cuaca Ekstrem dan Pengawasan Kesehatan

Pemerintah, lanjut Gus Irfan, terus memantau kondisi kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Seluruh petugas kesehatan dan petugas haji telah diminta untuk memperketat pengawasan. Hal ini terutama berlaku di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Suhu udara yang mencapai sekitar 45 derajat Celsius dinilai sangat berpotensi memicu gangguan kesehatan. Risiko ini semakin tinggi bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. “Jamaah harus terus dipantau dan dijaga kesehatannya karena suhu di Arab Saudi sangat panas,” katanya. Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berjalan. Hingga saat ini, hampir separuh jemaah telah kembali ke Indonesia. Sisanya akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Riwayat Kesehatan Almarhum

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, memberikan keterangan lebih detail mengenai kondisi almarhum Sangkala. Ia mengungkapkan bahwa almarhum memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kondisi ini sudah menjadi perhatian sejak dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Dua hari sebelum meninggal dunia, kesehatan almarhum sempat menurun. Ia mengalami penurunan nafsu makan yang cukup signifikan. Meski demikian, rombongan terus memberikan dukungan dan semangat karena jadwal kepulangannya ke Maros sudah dekat, yaitu pada 15 Juni 2026. “Dua hari terakhir sebelum meninggal, beliau mengeluhkan berkurangnya nafsu makan. Kami terus memberikan semangat karena jadwal kepulangannya sudah dekat,” ujar Ihyadin.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar