PARADAPOS.COM - Sebuah podcast yang menghadirkan jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) justru berujung pada gelombang kritik publik. Bukan karena substansi pembahasan soal tata kelola lembaga, melainkan momen tangis Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, yang langsung dikaitkan warganet dengan kasus hoaks Ratna Sarumpaet pada 2018 silam. Potongan video dari akun TikTok @totalpolitik pada Sabtu, 13 Juni 2026, telah mengumpulkan lebih dari 23 ribu tanda suka dan ribuan komentar sinis.
Pembersihan Internal di Tengah Pusaran Kasus Korupsi
Podcast tersebut sejatinya digelar untuk membahas langkah strategis BGN pasca-penangkapan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama dua eks wakilnya. Mereka terseret dalam dugaan korupsi pengadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam forum itu, Nanik yang didampingi dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, menegaskan komitmen untuk membersihkan internal lembaga.
Ketiganya sepakat bahwa kasus ini harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Bahkan, mereka membuka peluang adanya tersangka baru demi mengoptimalkan kembali program pemenuhan gizi anak Indonesia. Namun, pesan serius itu seolah tenggelam oleh respons emosional yang justru muncul dari sang kepala lembaga.
Air Mata yang Memantik Ingatan Lama
Alih-alih menyoroti paparan soal transparansi dan penguatan tata kelola, publik justru ramai mengomentari tangisan Nanik di depan kamera. Banyak warganet yang menilai momen tersebut tidak lebih dari akting belaka. Reaksi sinis ini tidak lepas dari rekam jejak Nanik yang pernah menjadi saksi kunci dalam kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet pada 2018.
Saat itu, Nanik diduga menjadi salah satu pihak pertama yang menyebarluaskan foto wajah lebam Ratna dengan narasi bahwa aktivis tersebut menjadi korban penganiayaan. Belakangan, fakta membuktikan bahwa kondisi wajah Ratna adalah hasil operasi plastik, bukan akibat kekerasan.
“Kalau masalah drama ibu ini paling jago,” tulis Daniel dalam unggahan akun TikTok totalpolitik, 12 Juni 2026.
“Udah maksa nangis, tapi air matanya tetap ga mau keluar,” tulis rahelll pada 13 Juni 2026.
“Ratna Sarumpaet apa kabar Ibu,” tulis Uncle Gober.
“Maaf Bu, Saya masih ingat kejadian Ratna Sarumpaet,” tulis Byyan.
“Dalam hatinya, kok susah kali ini air mata keluar,” tulis WakLabu.
“Ingat drama Ratna Sarumpaet, wkwkwk,” tulis bocah wingi.
“Jadi Inget Ratna Sarumpaet,” tulis Jaya shof431.
“Drama Ratna Sarumpaet Episode ke 2,” tulis Putra Parna.
“Kok gw jadi inget drama Ratna Sarumpaet ya,” tulis Andy dengan emoticon menangis, 13 Juni 2026.
Antara Harapan Baru dan Bayang-Bayang Masa Lalu
Di tengah upaya BGN untuk membangun kembali kepercayaan publik, momen ini justru menjadi pengingat bahwa masa lalu seseorang bisa kembali menghantui. Nanik, yang kini memegang kendali atas lembaga yang menangani gizi nasional, harus berhadapan dengan skeptisisme warganet yang masih melekatkan dirinya pada kontroversi lama.
Podcast yang seharusnya menjadi ajang sosialisasi program kerja justru berubah menjadi panggung kritik. Ke depannya, publik tentu berharap agar fokus tetap tertuju pada upaya pemberantasan korupsi dan perbaikan sistem, bukan pada drama personal yang mengalihkan perhatian dari isi kepala. "
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Hendrajit: Reformasi Jilid II Perlu Evaluasi Mendalam, Bukan Sekadar Ulang Skenario Lama
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dikecam Usai Beri Nama Sarkastis pada Kucing yang Dianggap Hina Prabowo
Amien Rais Kritik Keras Prabowo: Sebut Presiden Tak Berani Ubah Struktur Kekuasaan Warisan Jokowi
Poster Kampanye Dini Bergambar Gibran Beredar Usai Demo, Amien Rais Serukan Jaga Konstitusi