Polisi Periksa Pengemudi Taksi Online dan Petugas KAI sebagai Saksi Kunci Tabrakan Kereta di Bekasi yang Tewaskan 16 Orang

- Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB
Polisi Periksa Pengemudi Taksi Online dan Petugas KAI sebagai Saksi Kunci Tabrakan Kereta di Bekasi yang Tewaskan 16 Orang

PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya memastikan telah memeriksa pengemudi taksi online Green SM berinisial RRP dan sejumlah petugas KAI sebagai saksi kunci dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu melibatkan kereta CommuterLine dan KRD jarak jauh, dan hingga kini menelan korban jiwa sebanyak 16 orang serta 90 luka-luka. Penyidikan kini diarahkan untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan guna mengungkap kronologi lengkap kecelakaan tersebut.

Pemeriksaan Saksi Kunci: Pengemudi Taksi Online dan Petugas KAI

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terhadap pengemudi taksi online berinisial RRP telah dimulai sejak Selasa (28/4) dan berlanjut pada Rabu di Polres Metro Bekasi Kota. "Untuk driver taksi online inisial RRP sudah diminta keterangan kemarin Selasa (28/4) dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap secara utuh kronologi kecelakaan. Polisi berupaya mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi, termasuk pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Tak hanya itu, penyidik juga akan memeriksa sejumlah petugas internal perkeretaapian.

Pemeriksaan terhadap masinis, petugas stasiun, serta Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4). "Untuk agenda pemeriksaan petugas, baik masinis, petugas stasiun, maupun Polsuska dari PT KAI akan dilaksanakan besok di kantor PT KAI," tutur Budi. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aspek operasional dan prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai standar.

Fokus Penyelidikan: Mengurai Kemungkinan Human Error dan Faktor Teknis

Lebih lanjut, Budi menyebut pemeriksaan terhadap petugas KAI dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan terdapat kelalaian atau faktor teknis yang menjadi penyebab kecelakaan. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah barang bukti serta keterangan saksi tengah dianalisis guna mengungkap kemungkinan insiden ini dipicu oleh human error, gangguan teknis, atau faktor lainnya.

Suasana di sekitar Stasiun Bekasi Timur masih terasa mencekam pasca-insiden. Petugas kepolisian dan tim investigasi tampak sibuk mengumpulkan data dan barang bukti di lokasi kejadian. Proses evakuasi dan penanganan korban juga terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Korban Meninggal Bertambah: Total 16 Orang

Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam kembali bertambah menjadi 16 orang. "Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 siang ini di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC (Mia Citra) usia 25 tahun meninggal dunia," ungkap Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dengan adanya penambahan tersebut, total korban dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, sementara 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses identifikasi dan penanganan korban terus dilakukan oleh tim medis dan pihak berwenang.

Penyelidikan masih terus berjalan, dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap secara tuntas penyebab kecelakaan ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar