PARADAPOS.COM - Kemacetan parah melanda sejumlah ruas jalan di sekitar Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (14/6/2026) siang, usai gelaran BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan sejak pukul 10.30 hingga 11.20 WIB, kepadatan kendaraan terjadi di beberapa titik utama, terutama di jalur akses keluar peserta dan penonton. Antrean kendaraan terpantau mengular hingga ratusan meter, dengan laju yang tersendat di Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Stadion Senayan.
Kepadatan paling signifikan terlihat di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di arah Tentara Pelajar hingga kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Palmerah. Di titik ini, kendaraan roda empat dan roda dua bergerak sangat lambat, nyaris merayap.
Sementara itu, di Jalan Asia Afrika, situasi tak jauh berbeda. Area pintu keluar kawasan GBK menjadi titik paling krusial. Antrean kendaraan di sana mencapai panjang sekitar 300 meter, menjadikannya titik kemacetan terparah pada siang hari itu.
Kemacetan Merembet ke Jalan Sekitar
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Stadion Senayan. Kendaraan yang parkir di dalam kawasan GBK dan hendak keluar nyaris tidak bergerak sama sekali. Pola lalu lintas yang sama, dengan kendaraan bergerak perlahan, juga terlihat di Jalan Gelora yang mengarah ke Jalan Gerbang Pemuda.
Secara umum, kepadatan di setiap titik berkisar antara 100 hingga 300 meter. Meski tidak seluruh ruas jalan mengalami kemacetan panjang, volume kendaraan yang keluar secara bersamaan jelas menjadi pemicu utama. Ribuan peserta dari berbagai kategori, mulai dari 5K, 10K, half marathon, hingga marathon penuh, mulai meninggalkan area finis di kawasan Monas menuju titik parkir dan area penjemputan di sekitar GBK dan Senayan.
Kesaksian Pengemudi Ojek Online
Kemacetan ini langsung terasa oleh para pengemudi ojek online yang beroperasi di sekitar lokasi. Mereka harus bersabar menghadapi waktu tempuh yang membengkak, meskipun di sisi lain jumlah pesanan justru meningkat.
Hedjo (34), seorang pengemudi ojek online, mengaku sudah mengantisipasi situasi ini. “Macet, apalagi yang dekat pintu keluar GBK. Kalau jemput penumpang jadi muter dan lebih lama. Tapi order tetap ada, lumayan ramai habis acara,” katanya saat ditemui di kawasan Senayan, Minggu.
Senada dengan Hedjo, Abdi (41) menyebut kemacetan seperti ini sudah menjadi langganan. Menurutnya, ribuan peserta dan pendukung yang pulang dalam waktu hampir bersamaan pasti menciptakan lonjakan volume kendaraan. “Sudah biasa kalau ada event besar di GBK pasti begini. Agak susah ambil penumpang di dalam, tapi rezeki tetap ada karena banyak yang pesan,” ujar Abdi.
BTN JAKIM 2026 sendiri merupakan ajang lari bergengsi yang diikuti ribuan pelari dari berbagai kategori. Memasuki siang hari, mayoritas peserta mulai meninggalkan area finis, yang secara langsung memicu lonjakan volume kendaraan di titik-titik penjemputan dan parkir di sekitar GBK dan Senayan.
Artikel Terkait
Pemuda di Pati Bakar Rumah Orang Tua karena Permintaan Uang Merantau Tak Dipenuhi
Pemprov NTB Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 15 Juni, Hapus Denda 100 Persen
45.500 Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026, Rekor Partisipasi Baru
Jerman Hadapi Curacao di Laga Perdana Grup E Piala Dunia, Debutan Karibia Siap Beri Kejutan