PARADAPOS.COM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025, Tiyo Ardianto, menemukan alat pelacak yang diduga dipasang secara diam-diam di bawah mobil pribadinya. Temuan ini terjadi pada Minggu, 14 Juni, tepat setelah ia mengikuti aksi demonstrasi Gejayan di Yogyakarta. Perangkat tersebut diketahui pertama kali melalui notifikasi mencurigakan di ponsel Tiyo, yang kemudian memicu pemeriksaan langsung pada kendaraannya. Peristiwa ini langsung ia unggah ke akun Instagram pribadinya, memicu perbincangan hangat di media sosial.
Notifikasi Ponsel Mengarah pada Temuan Alat Pelacak
Menurut penuturan Tiyo, keanehan mulai terasa saat ponselnya menampilkan pemberitahuan yang tidak biasa. Ia mengaku langsung curiga dan memutuskan untuk memeriksa bagian bawah mobilnya.
“Teman-teman sekalian bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya,” ungkap Tiyo dalam unggahan videonya.
Setelah melakukan pencarian, Tiyo bersama rekannya menemukan benda kecil yang menempel di sasis kendaraan. Ia menambahkan bahwa alat tersebut terpasang dengan rapi, seolah sengaja disembunyikan.
“Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan, dipasang entah oleh siapa,” ujarnya.
Dikaitkan dengan Aksi Kritik dan Iklim Demokrasi
Tiyo tidak menampik bahwa kejadian ini membuatnya merasa terintimidasi. Ia menilai pemasangan alat pelacak tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap aktivis mahasiswa yang kerap menyuarakan kritik.
“Tapi yang jelas ini adalah suatu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukan betapa menjijikannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa,” tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tekanan semacam ini tidak akan membuatnya mundur. Baginya, kritik yang disampaikan selama ini lahir dari kecintaan terhadap negeri dan keinginan untuk melihat perbaikan.
“Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor,” pungkasnya.
Respons Publik dan Pesan Perlawanan
Unggahan Tiyo sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyatakan solidaritas dan mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pemasangan alat pelacak tersebut. Tiyo sendiri berjanji akan tetap vokal dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa, apa pun risikonya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi
Polisi Bongkar Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Produktif Jadi Tambak Udang Ilegal di Batang, Negara Rugi Rp32 Miliar