Kemenag Imbau Jemaah Haji Hafal Kode Warna Pintu Masjid Nabawi untuk Akses Darurat dan Ziarah

- Rabu, 29 April 2026 | 23:50 WIB
Kemenag Imbau Jemaah Haji Hafal Kode Warna Pintu Masjid Nabawi untuk Akses Darurat dan Ziarah
PARADAPOS.COM - Jakarta, dalam upaya mempercepat penanganan krisis dan pertolongan pertama bagi jemaah haji di Masjid Nabawi, Kementerian Agama RI mengimbau setiap jemaah untuk mengenali sistem kode warna pada pintu-pintu masjid. Sistem ini dirancang untuk memudahkan mobilitas dan mempercepat akses layanan darurat. Setiap pintu di Masjid Nabawi tidak hanya diberi nomor, tetapi juga ditandai dengan warna tertentu yang mengarah pada zona dan fasilitas berbeda di sekitarnya.

Mengapa Kode Warna Pintu Penting?

Di tengah kepadatan jemaah yang mencapai jutaan orang, mengetahui arah dan akses menjadi kunci utama. Petugas di lapangan sering kali mendapati jemaah yang kebingungan karena tidak hafal titik masuk atau keluar. Dengan memahami kode warna, jemaah bisa bergerak lebih efisien, terutama saat harus segera mendapatkan pertolongan medis atau kembali ke hotel setelah beribadah.

Lima Warna Pintu dan Fungsinya

Berikut adalah rincian lima warna pintu utama di Masjid Nabawi yang perlu diketahui setiap jemaah:

1. Pintu Hijau (Pintu 301-308, 365-370)

Pintu dengan warna hijau terletak di sisi selatan masjid. Akses ini menjadi jalur utama bagi jemaah yang hendak berziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Raudhah. Lokasinya sejajar dengan Sektor 5. Jika tujuan Anda adalah ziarah, ingatlah pintu warna hijau.

2. Pintu Ungu (Pintu 309-313)

Berada di sisi barat daya, pintu ungu dekat dengan Masjid Al Ghamama dan Masjid Abu Bakar. Area ini sejajar dengan Sektor 3, 4, dan 5. Khusus di Pintu 310, terdapat tempat pengambilan air zamzam dalam jumlah besar (galon), yang sering menjadi titik kumpul jemaah.

3. Pintu Biru (Pintu 344-364)

Pintu biru terletak di sisi timur masjid. Akses ini mengarah langsung ke Maqbarah Baqi, tempat pemakaman para sahabat, serta menuju Bab Jibreel Health Care (UCC Level 2). Jemaah yang ingin berziarah ke makam sahabat atau membutuhkan layanan kesehatan bisa mengingat pintu warna biru.

4. Pintu Oranye (Pintu 314-327)

Di sisi barat, pintu oranye menjadi gerbang menuju Pasar Bilal dan Taman Saqifah. Area ini sejajar dengan Sektor 3 dan 4. Jika Anda ingin berbelanja atau mencari oleh-oleh, ingatlah pintu warna oranye.

5. Pintu Merah (Pintu 328-343)

Pintu merah terletak di sisi utara masjid. Akses ini mengarah ke pusat perbelanjaan dan area hotel yang banyak digunakan jemaah Indonesia. Lokasinya sejajar dengan Sektor 1 dan 2. Untuk menuju hotel dan tempat belanja, ingatlah pintu warna merah.

Panduan Singkat Agar Tidak Tersesat

Agar jemaah tidak putar arah terlalu jauh atau salah masuk, berikut panduan singkat yang bisa diingat:
  • Pintu Merah (328-343) → Sisi Utara (arah hotel dan pusat perbelanjaan)
  • Pintu Oranye (314-327) → Sisi Barat (menuju Pasar Bilal)
  • Pintu Ungu (309-313) → Barat Daya (lokasi pengambilan zamzam galon)
  • Pintu Hijau (301-308, 365-370) → Selatan (akses ziarah dan Raudhah)
  • Pintu Biru (344-364) → Timur (menuju Maqbarah Baqi dan layanan kesehatan)

Gelang Haji: Identitas yang Wajib Melekat

Selain mengenali pintu, jemaah juga diwajibkan memakai gelang haji selama berada di Tanah Suci. Gelang identitas berbahan logam (baja putih atau monel) ini menyimpan data penting jemaah. Fungsinya krusial, terutama saat jemaah terpisah dari rombongan. Dengan data yang tertera, petugas dapat melakukan identifikasi dan pendampingan dengan lebih cepat dan tepat. Berikut informasi yang tercantum pada gelang haji tahun ini:
  • Nomor kloter
  • Nomor paspor
  • Nomor maktab
  • Tahun keberangkatan haji
  • Tulisan tahun berangkat haji serta logo dan tulisan "KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH RI"
  • Tulisan "Indonesia" dalam aksara Arab
  • Bendera Indonesia beserta kode embarkasi jemaah haji
Dengan memahami kode warna pintu dan selalu mengenakan gelang identitas, diharapkan jemaah dapat menjalani ibadah dengan lebih khusyuk, aman, dan nyaman.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler