Beijing Kecam Jepang Tuding Kedok Keamanan Regional untuk Perluas Militer

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:50 WIB
Beijing Kecam Jepang Tuding Kedok Keamanan Regional untuk Perluas Militer
PARADAPOS.COM - Beijing secara terbuka mengecam Jepang, menuding Tokyo menggunakan kerja sama keamanan regional dan konsep “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” sebagai kedok untuk memperluas kekuatan militernya. Peringatan ini disampaikan pada Sabtu, 9 Mei 2026, melalui pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Tiongkok. Juru bicara mereka, Jiang Bin, menyoroti kunjungan terbaru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ke Australia dan Vietnam yang dinilai bertujuan memperkuat hubungan keamanan. Menurut Beijing, langkah-langkah tersebut justru mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dalih “Lingkaran Kecil” dan Konfrontasi Blok

Jiang Bin secara spesifik menyoroti narasi yang dibangun Tokyo. “Dengan dalih apa yang disebut sebagai ‘Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka’ serta ‘kerja sama keamanan,’ otoritas Jepang memicu konfrontasi blok dan membangun ‘lingkaran kecil’,” ujarnya, seperti dikutip dari media pemerintah Global Times dan Anadolu. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindakan Jepang tersebut merugikan kepentingan keamanan strategis negara lain. Beijing menilai langkah ini sengaja dijadikan alasan bagi Jepang untuk melepaskan diri dari berbagai pembatasan yang selama ini mengikat pengembangan militernya. Jiang juga mengkritik seruan di Jepang untuk merevisi konstitusi pasifis pasca-Perang Dunia II. Baginya, itu adalah bukti pergeseran nyata dari “pembangunan militer secara terselubung menuju persiapan perang secara terbuka.”

Kekhawatiran akan “Neo-Militerisme”

Tiongkok tidak hanya berhenti pada kritik diplomatik. Beijing juga memperingatkan meningkatnya fenomena yang mereka sebut sebagai “neo-militerisme” Jepang. Jiang menilai tren ini dapat mengancam perdamaian di Asia secara lebih luas. Dalam pernyataannya, ia kembali menyinggung warisan kelam Perang Dunia II. Ia mengingatkan bahwa tahun ini menandai 80 tahun Pengadilan Tokyo, sebuah pengadilan yang mengadili para pemimpin Jepang setelah perang berakhir. Ia menuduh kelompok sayap kanan di Jepang terus berupaya mengecilkan agresi perang di masa lalu, bahkan mengagungkan para penjahat perang yang dihormati di Kuil Yasukuni. “Kami mendesak Jepang untuk menghadapi sejarah dan mengambil langkah konkret guna memperoleh kepercayaan negara-negara Asia tetangga dan komunitas internasional,” tegas Jiang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Tokyo terkait pernyataan Beijing tersebut. Di sisi lain, Jiang juga melontarkan permintaan kepada “negara-negara terkait” untuk menghentikan pembentukan blok dan konfrontasi antar-kubu.

Isu Maritim dan Kerja Sama Pertahanan

Kritik Beijing juga menyasar kerja sama pertahanan bilateral Jepang dengan negara lain. Menanggapi pertemuan terbaru menteri pertahanan Jepang dan Filipina yang berjanji memperkuat kerja sama pertahanan, Jiang menilai langkah itu sebagai provokasi. Ia mengatakan sejumlah politisi dari Jepang dan Filipina telah membesar-besarkan isu maritim dan melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Tiongkok. Suasana di kawasan, menurutnya, semakin tegang akibat manuver-manuver semacam itu.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar