Pemerintah AS Rilis 162 Dokumen UFO, Langsung Dikritik sebagai Pengalihan Isu Kasus Epstein

- Minggu, 10 Mei 2026 | 00:50 WIB
Pemerintah AS Rilis 162 Dokumen UFO, Langsung Dikritik sebagai Pengalihan Isu Kasus Epstein
PARADAPOS.COM - Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump merilis 162 dokumen rahasia terkait laporan penampakan objek terbang tak teridentifikasi (UFO) pada Jumat, 8 Mei 2026. Langkah ini langsung menuai kritik tajam dari sejumlah politisi, termasuk mantan sekutu Trump sendiri, yang menilai publikasi tersebut sebagai upaya pengalihan isu dari kasus penjahat seks Jeffrey Epstein yang belum tuntas.

Rilis Dokumen dari Berbagai Lembaga

Dokumen-dokumen tersebut tidak hanya berasal dari Pentagon atau Departemen Pertahanan AS. Menurut rangkuman yang dihimpun pada Minggu (10/5/2026), kumpulan arsip rahasia itu juga mencakup laporan dari Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri, dan Badan Antariksa AS (NASA). Seluruh dokumen kini dapat diakses publik melalui situs resmi Pentagon.

Kritik Pedas dari Mantan Sekutu

Salah satu suara kritis yang paling keras datang dari Marjorie Taylor Greene, mantan anggota parlemen Partai Republik. Dalam pernyataannya di media sosial X, ia meluapkan kekesalannya. "Saya sangat muak dengan propaganda 'lihat objek berkilau' sementara mereka mengobarkan perang di luar negeri, membiarkan pemerkosa dan pedofil berkeliaran bebas, dan merusak nilai dolar kita," tulis Greene. Ia melanjutkan dengan nada sinis, "Kecuali mereka menampilkan alien hidup dan menguji coba UFO atau benar-benar mengakui apa yang kita ketahui sebenarnya, maka saya punya hal yang jauh lebih baik dilakukan pada hari Jumat ini."

Singgungan soal Kasus Epstein

Politisi dari negara bagian Georgia itu kemudian secara spesifik menyinggung dokumen kasus Epstein. Menurutnya, pemerintahan Trump belum merilis seluruh dokumen terkait kasus tersebut secara penuh, sebagaimana diamanatkan undang-undang yang telah diloloskan parlemen. "Pemerintahan paling transparan dalam sejarah masih belum merilis semua dokumen Epstein atau menangkap siapa pun, tetapi merilis beberapa dokumen UFO hari ini sehingga Anda akan sangat bersemangat sehingga lupa bahwa Anda membayar lebih dari US$ 4,50/galon karena mereka sedang berperang lagi di luar negeri yang mereka katakan tidak akan mereka lakukan kembali," sindir Greene. Greene dikenal sebagai salah satu dari sedikit politisi Partai Republik di DPR AS yang vokal mendukung transparansi penuh atas dokumen kasus Epstein.

Lambatnya Transparansi Dokumen Epstein

Departemen Kehakiman AS (DOJ) di bawah kepemimpinan Trump memang telah merilis dokumen terkait Epstein, namun prosesnya berjalan sangat lambat dan dilakukan secara bertahap. Padahal, Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein secara tegas memerintahkan agar semua arsip dirilis secara serentak. Dalam praktiknya, banyak bagian dari dokumen yang telah dirilis tersebut masih disensor. Sementara itu, harga bahan bakar yang disebut Greene dalam cuitannya merujuk pada lonjakan tajam harga bensin di AS yang dipicu oleh pecahnya perang dengan Iran.

Tanggapan Trump

Di tengah kritik yang berdatangan, Trump justru menyambut baik publikasi dokumen UFO tersebut. Ia bahkan menyindir pemerintahan AS sebelumnya yang dinilainya kurang transparan mengenai isu serupa. "Sementara pemerintahan-pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan mengenai masalah ini, dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, 'APA YANG SEBENARNYA TERJADI?" kata Trump dalam komentarnya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar