PARADAPOS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan hasil revitalisasi 28 satuan pendidikan di Kota Banda Aceh pada Rabu, 24 Juni 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Aceh. Peresmian dipusatkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPC Banda Aceh dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta insan pendidikan. Total anggaran yang digelontorkan untuk revitalisasi 28 sekolah tersebut mencapai Rp35,35 miliar, bersumber dari anggaran tahun 2025.
Revitalisasi Bukan Sekadar Renovasi
Proses revitalisasi yang dilakukan tidak hanya sebatas memperbaiki bangunan yang rusak. Di sejumlah sekolah, pemerintah menambah infrastruktur penunjang pembelajaran yang sebelumnya belum tersedia. Langkah ini dinilai penting untuk mengejar ketertinggalan fasilitas pendidikan di wilayah yang kerap dilanda bencana.
Abdul Mu'ti menjelaskan secara rinci cakupan pekerjaan yang dilakukan dalam program ini.
"Ini kan revitalisasi. Jadi ini ada tambahan tujuh ruang, ditambah ruang praktik, ruang perpustakaan, dan beberapa sarana yang lain. Ada juga yang memang pembukaan unit sekolah baru," jelas Abdul Mu'ti dalam tayangan "Newsline Metro TV", Rabu 24 Juni 2026.
Target Tepat Waktu untuk Tahun Ajaran Baru
Pemerintah menargetkan seluruh proyek revitalisasi rampung tepat waktu agar dapat digunakan saat tahun ajaran baru dimulai. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan rehabilitasi sekolah menjadi prioritas utama. Dengan adanya tambahan ruang kelas dan fasilitas penunjang, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Menciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif
Melalui program revitalisasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik di Aceh. Perhatian khusus diberikan pada SLB YPPC Banda Aceh sebagai lokasi peresmian, menandakan komitmen terhadap pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Suasana di lokasi peresmian tampak khidmat, dengan para guru dan siswa menyambut langsung kedatangan menteri. Mereka berharap fasilitas baru ini dapat meningkatkan semangat belajar dan memberikan rasa aman saat berada di sekolah.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pertamina Catat Laba Bersih USD3,35 Miliar Sepanjang 2025, Setor Rp360 Triliun ke Negara
Pemerintah Perluas Definisi MBR, Pasutri di Jabodetabek dengan Gaji Rp14 Juta Kini Berhak Rumah Subsidi
Rizky Billar Bantah Tuduhan KDRT, Rujuk CCTV dan Undang Warganet ke Tempat Kejadian
IKD Jadi Syarat Wajib Daftar Bansos Melalui Portal Perlinsos Digital