PARADAPOS.COM - Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan robot pemadam untuk menjinakkan api yang melalap sebuah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil setelah tim pemadam mendeteksi potensi gas beracun yang berasal dari material bahan kimia dan gas yang terbakar di dalam gedung. Sebanyak 25 unit mobil pemadam dan 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara dikerahkan ke lokasi kejadian.
Alasan Penggunaan Robot Pemadam
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa penggunaan unit robotik merupakan langkah antisipatif untuk melindungi personel di lapangan. Kehadiran asap tebal yang mengandung racun menjadi pertimbangan utama.
“Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).
Namun, operasi robot tersebut tidak berlangsung lama. Setelah berjalan sekitar setengah jam, unit harus ditarik mundur karena membutuhkan tekanan air yang sangat tinggi. Proses pemadaman pun beralih kembali ke metode manual oleh petugas di lapangan.
“Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi,” tutur Syaiful menambahkan.
Strategi Pemadaman Manual dan Pengamanan Personel
Meskipun robot sempat ditarik, petugas tidak mengendurkan upaya. Untuk memastikan keselamatan, setiap personel yang melakukan pemadaman manual diwajibkan mengenakan masker khusus guna menyaring udara dari paparan gas berbahaya.
Strategi pemadaman dilakukan secara menyeluruh dari berbagai sisi bangunan. Petugas mengoperasikan selang dari beberapa sudut gudang sekaligus untuk memastikan api tidak merembet ke properti di sekitarnya.
“Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan,” jelasnya.
Meskipun sempat terkendala pasokan air, Syaiful menegaskan bahwa strategi ini terbukti efektif untuk mengendalikan kobaran api dan melindungi bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Temukan Penjualan Miras Ilegal Saat Tertibkan PKL di Bandung
PT KAI Tutup Dua Perlintasan Liar di Tebet-Cawang Demi Cegah Kecelakaan
Biaya Tambah Daya Listrik dari 900 ke 1.300 VA Capai Rp400 Ribu, Begini Cara Ajukan via PLN Mobile
Xi Jinping ke Trump: AS dan Tiongkok Harus Jadi Mitra, Bukan Saingan