PARADAPOS.COM - Tanggal 16 Mei mencatat beberapa peristiwa penting dalam sejarah dunia, mulai dari wafatnya sultan terakhir Kesultanan Utsmaniyah, eksekusi mati anggota pasukan PETA oleh Jepang, hingga aneksasi Sikkim oleh India. Peristiwa-peristiwa ini tersebar dalam rentang waktu hampir satu abad, namun semuanya menjadi titik balik bagi perubahan politik dan sosial di masing-masing wilayah. Berikut rangkuman peristiwanya.
Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah
Pada 16 Mei 1926, Mehmed VI, Sultan Ottoman ke-36 sekaligus penguasa terakhir Kesultanan Utsmaniyah, mengembuskan napas terakhirnya di Sanremo, Italia. Ia lahir di Istana Dolmabahçe, Konstantinopel, dan mulai memerintah pada 4 Juli 1918 menggantikan saudaranya, Mehmed V. Masa kekuasaannya berlangsung hingga 1 November 1922.
Setelah Perang Dunia I usai, situasi politik di Turki berubah drastis. Majelis Agung Nasional Turki, yang dibentuk pada 23 April 1920 di Angora (kini Ankara), mengecam kepemimpinan Mehmed VI. Dalam perang saudara yang terjadi, pasukan Kuva-i Inzibtiyye di bawah komando Suleyman Sefik Pasha turut terlibat bentrok.
Majelis Agung Nasional Turki kemudian menghapus sistem kesultanan pada 1 November 1922. Mehmed VI pun diasingkan dari Konstantinopel. Ia meninggalkan wilayah itu dengan menumpang kapal perang Inggris HMS Malaya menuju Malta pada 17 November 1922. Setelah itu, ia menjalani sisa hidupnya di Riviera, Italia.
Sementara itu, sepupu sekaligus pewarisnya, Abdul Mejid Efendi, diangkat menjadi khalifah dengan gelar Abdul Mejid II pada 19 November 1922. Namun, sistem khilafah resmi dihapus pada 1924. Jenazah Mehmed VI kemudian dimakamkan di Masjid Tekkiye Sultan Suleiman di Damaskus, Suriah.
Eksekusi Mati Pasukan PETA oleh Jepang
Pada 16 Mei 1945, suasana di Pantai Ancol, Jakarta, menjadi saksi bisu eksekusi mati terhadap anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA). Muradi, bersama sejumlah rekannya, dihukum tembak oleh Kenpeitai, polisi militer Tentara Kekaisaran Jepang.
Mereka dianggap melakukan pemberontakan terhadap Jepang. Padahal, sebelumnya Jepang sendiri yang membentuk PETA untuk membantu menghadapi pasukan Sekutu selama Perang Dunia II. Pemberontakan tersebut akhirnya berhasil digagalkan. Delapan orang dijatuhi hukuman mati, sementara lainnya dipenjara dengan masa hukuman bervariasi, mulai dari tiga tahun hingga seumur hidup.
Aneksasi Sikkim oleh India
Tiga dekade kemudian, pada 16 Mei 1975, India secara resmi menganeksasi Sikkim. Langkah ini diambil setelah wilayah pegunungan tersebut menggelar referendum. Hasilnya, mayoritas warga menyatakan dukungan terhadap integrasi Sikkim ke dalam wilayah India.
Sikkim sendiri merupakan negara bagian kecil yang terletak di kawasan Pegunungan Himalaya. Wilayah ini berbatasan dengan Nepal di sebelah barat, serta Daerah Otonomi Tibet, China, di bagian utara dan timur. Dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa, Sikkim menjadi salah satu negara bagian dengan populasi paling sedikit di India, sekaligus wilayah terkecil kedua setelah Goa.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang-Sore Ini
Chelsea Hadapi Manchester City di Final Piala FA, Pelatih Interim Tekankan Pentingnya Performa Terbaik
Aston Villa Pastikan Tiket Liga Champions Usai Kalahkan Liverpool 4-2
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, 9 Provinsi Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat