PARADAPOS.COM - Pembangunan gedung permanen Sekolah Dasar Negeri (SDN) Satu Atap di Pedukuhan Batu Nyangka, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, akhirnya dimulai setelah kondisi sekolah yang memprihatinkan viral di media sosial. Seorang guru yang telah mengabdi selama 18 tahun, Apriani, mengaku terharu dan bersyukur karena para siswa kini akan memiliki fasilitas belajar yang lebih layak. Proses pembangunan ini murni hasil gotong royong masyarakat, bantuan donatur, dan difasilitasi oleh kreator lokal, bukan dari anggaran pemerintah daerah.
Harapan yang Tertunda di Ujung Pelosok
Selama bertahun-tahun, anak-anak di Pedukuhan Batu Nyangka harus belajar di bangunan papan dengan atap seng yang bocor di berbagai bagian. Kondisi serba terbatas itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Apriani, sang guru, menuturkan perasaannya saat melihat proses pembangunan mulai berjalan.
“Selama ini anak-anak belajar dengan kondisi sederhana dan penuh keterbatasan. Kami sangat bersyukur akhirnya sekolah ini mulai dibangun permanen,” ujar Apriani di Tanggamus, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia berharap, kehadiran gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mampu meningkatkan semangat belajar siswa di daerah pelosok tersebut.
Gotong Royong Menjadi Solusi
Ironisnya, pembangunan sekolah ini tidak bersumber dari anggaran pemerintah daerah. Justru, berkat kegigihan warga dan uluran tangan para donatur, proyek ini bisa terwujud. Seorang kreator lokal dengan akun Bang Taun menjadi fasilitator utama. Ia mengangkat kondisi sekolah tersebut ke media sosial hingga akhirnya viral dan menarik perhatian publik.
Rasa syukur juga mengalir dari warga setempat. Sirajudin, salah satu orang tua siswa, menyampaikan harapannya dengan nada penuh haru.
“Semoga pembangunan ini cepat selesai sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” kata Sirajudin.
Menurut warga, sekolah ini merupakan satu-satunya harapan bagi anak-anak di pedukuhan tersebut untuk mengenyam pendidikan yang layak.
Swadaya Masyarakat dan TNI
Proses pembangunan dilakukan secara swadaya. Warga setempat bahu-membahu bersama para relawan dan anggota TNI dari Kodim Tanggamus-Lampung. Suasana di lokasi pembangunan tampak sibuk namun penuh semangat kebersamaan.
Rencananya, sekolah ini akan memiliki tiga ruang kelas permanen. Selain itu, fasilitas penunjang seperti toilet, perpustakaan, dan sarana belajar lainnya juga akan dibangun untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Kehadiran bangunan permanen ini menjadi titik terang bagi masa depan pendidikan di Pedukuhan Batu Nyangka. Meski berasal dari keterbatasan, semangat gotong royong membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari kepedulian bersama.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Keiko Fujimori Menangkan Pilpres Peru Setelah Penghitungan Ulang Alot, Ungguli Lawan dengan Selisih Tipis
Ledakan Bom Paket di Apartemen Mewah Monako Targetkan Miliarder Ukraina, Pelaku Diduga Kabur ke Prancis
OJK, UNODC, dan 13 Negara Bahas Strategi Khusus Berantas Penipuan Digital di Asia Tenggara
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara atas Korupsi Pengadaan Chromebook