PARADAPOS.COM - Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta meringkus tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tas bermerek Lululemon di area kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Peristiwa ini terungkap setelah perusahaan ekspor, PT Pungkook Indonesia One, melaporkan kehilangan 108 tas dari total 4.749 unit yang dikirim ke Shanghai, China. Kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar ini terjadi dalam rentang waktu dua tahun. Ketiga tersangka, yang di antaranya adalah oknum petugas kargo, ditangkap di kawasan Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu (29/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana, dalam keterangan resminya pada Jumat (15/5/2026) mengungkapkan bahwa aksi pencurian ini sudah berlangsung cukup lama. "Aksi pencurian itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun. Akibatnya, perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar," ujarnya.
Ketiga tersangka yang kini diamankan memiliki inisial R alias K, A, dan F. Masing-masing dari mereka memiliki peran yang berbeda dalam skema pencurian yang terorganisir ini.
Peran Tersangka dalam Aksi Pencurian
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi R sebagai otak dari seluruh operasi. Ia bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soekarno-Hatta. Pengetahuannya yang mendalam tentang alur pengiriman barang menjadi celah yang ia manfaatkan.
"Tiga orang tersangka berhasil diamankan terkait kasus pencurian dan penadahan barang ekspor berupa tas merek Lululemon," jelas Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono.
Sementara itu, tersangka A berperan membantu R dalam mengeksekusi pencurian. Adapun F, yang juga merupakan petugas di area kargo, memiliki tugas khusus untuk mengondisikan barang-barang curian agar lolos dari pengawasan.
Kronologi Pengiriman dan Kehilangan Barang
Laporan polisi bernomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya tercatat pada 27 April 2026. Peristiwa ini bermula dari pengiriman ribuan tas oleh PT Pungkook Indonesia One yang berkantor di Grobogan, Jawa Tengah.
"Perusahaan tersebut sebelumnya mengirimkan sebanyak 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China, melalui kargo Garuda Indonesia," tutur Kompol Yandri Mono.
Barang dikirim pada Jumat (10/4) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (13/4). Rencananya, tas-tas tersebut akan diterbangkan ke Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0894 pada Selasa (14/4). Namun, sepuluh hari kemudian, tepatnya pada 20 April 2026, pihak perusahaan menerima kabar mengejutkan dari pelanggannya di Shanghai. Sebanyak 108 tas dinyatakan hilang. "Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 213 juta," imbuhnya.
Modus Operandi: Menyisihkan Karton dari Pemeriksaan
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di area RA BST dan Pergudangan Soewarna. Dari situ, terungkap bahwa ada 40 karton dari total 512 karton yang sengaja disisihkan saat proses pemeriksaan X-ray.
"Tersangka F berperan mengondisikan agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks," ungkapnya.
Setelah berhasil diamankan, barang-barang curian itu pun dijual. R, sebagai otak pelaku, menjual sebanyak 80 tas hasil curian kepada seorang penadah berinisial BO. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada seorang penadah berinisial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah. Total hasil penjualan mencapai Rp 24 juta," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memburu penadah dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan pencurian kargo ini.
Artikel Terkait
Kebakaran di Gedung Jantung RSUD Soetomo Surabaya, Satu Pasien ICU Meninggal Saat Evakuasi
Satpol PP Jakarta Tertibkan Delapan Pengemis dan Manusia Gerobak di Trotoar Mampang Prapatan
Progres Tol Palembang-Betung Capai 81,99 Persen, Ditargetkan Rampung Bertahap Mulai 2026
Belanja Pemerintah Melonjak 21,81 Persen di Kuartal I-2026, Ekonom: Langkah Strategis Jaga Momentum Ekonomi