PARADAPOS.COM - Sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini masuk dalam peta wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemetaan ini dilakukan menyusul datangnya musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan tahun. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 31 Agustus 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan data historis dan kondisi lapangan yang menunjukkan kerentanan tinggi di sejumlah titik.
Ratusan Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Dua Tahun Terakhir
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menjelaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan karena masih banyak ditemukan lahan gambut dan organik. Faktor lainnya, area ini berdekatan dengan kawasan pertambangan yang rentan memicu api saat kemarau panjang tiba.
"Berdasarkan data sepanjang 2024 hingga 2025 tercatat sekitar 40 hektare lahan terbakar dengan titik hotspot terbanyak berada di Kecamatan Gelumbang," jelasnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Daftar 19 Kecamatan Rawan Karhutla
Wilayah yang masuk dalam kategori rawan karhutla meliputi Kecamatan Muara Belida, Gelumbang, Lawang Kidul, Tanjung Agung, Belida Darat, Kelekar, Lembak, Lubai, Lubai Ulu, dan Rambang. Selain itu, ada pula Kecamatan Empat Petulai Dangku, Belimbing, Gunung Megang, Ujan Emas, Panang Enim, Sungai Rotan, Semende Darat Ulu, Semende Darat Tengah, dan Semende Darat Laut.
Penyebaran wilayah ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar merata di berbagai penjuru kabupaten.
Imbauan dan Langkah Penanggulangan di Lapangan
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Kebiasaan ini dinilai sangat berisiko karena dapat menimbulkan bencana kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.
Sebagai langkah nyata, BPBD Muara Enim kembali mengaktifkan posko penanggulangan bencana di setiap kecamatan. Posko ini diisi oleh personel BPBD yang dibantu oleh masyarakat peduli api. Mereka bertugas memantau titik-titik panas secara berkala dan siap bergerak cepat jika ditemukan indikasi kebakaran.
"Posko penanggulangan bencana ini diaktifkan kembali agar peristiwa karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin," ungkapnya.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Praktisi Hukum: Kebebasan Berkarya Harus Seiring Tanggung Jawab Moral di Tengah Polemik Film Dokumenter
Pendaki Asal Jawa Barat Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Rinjani
Tiga Pegawai Kargo Bandara Soekarno-Hatta Ditangkap karena Curi 80 Tas Ekspor ke Tiongkok, Rugi Rp1 Miliar
Persiapan Tenda di Arafah Capai 90 Persen, PPIH Fokus pada Akomodasi dan Transportasi Jelang Puncak Haji