Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 3.200 Meter, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Kilometer

- Minggu, 17 Mei 2026 | 02:00 WIB
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 3.200 Meter, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 4 Kilometer
PARADAPOS.COM - Gunung Dukono di Maluku Utara mengalami erupsi pada Minggu pagi, 17 Mei 2026, pukul 06.49 WIT, dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 3.200 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi ini menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat laut. Getaran erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 79,17 detik. Saat ini, status Gunung Dukono masih berada di Level II (Waspada), dengan radius bahaya sejauh 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.

Rekaman Seismik dan Visual Erupsi

Berdasarkan laporan resmi PVMBG, kolom abu teramati secara visual dari pos pengamatan gunung api. Warna abu yang keluar dari kawah menunjukkan dominasi material vulkanik halus yang tercampur uap air, mengindikasikan aktivitas erupsi freatik hingga magmatik dangkal. "Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut," tulis PVMBG dalam keterangan resminya. Durasi erupsi yang mencapai hampir 80 detik dengan amplitudo seismik yang cukup besar menandakan bahwa tekanan di dalam dapur magma masih cukup tinggi. Data ini menjadi acuan penting bagi tim vulkanologi untuk memantau perkembangan aktivitas gunung dalam beberapa hari ke depan.

Rekomendasi untuk Masyarakat dan Wisatawan

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta para pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Pendakian dan pendekatan ke area kawah juga dilarang keras selama status waspada masih berlaku. Selain itu, PVMBG mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik masih akan terus terjadi. Sebaran abu sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin, sehingga area yang terdampak abu tidak tetap dan bisa berubah sewaktu-waktu. "Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," imbaunya. Di lapangan, warga yang tinggal di lereng bawah dan lembah di sekitar gunung sudah mulai terbiasa dengan situasi ini. Beberapa dari mereka telah menyiapkan masker cadangan dan menutup sumber air terbuka untuk mengantisipasi hujan abu yang mungkin turun jika angin berubah arah. PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono secara real-time dan akan memperbarui status jika terjadi eskalasi signifikan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler