Indonesia Mulai Ekspor 47 Ribu Ton Pupuk Urea ke Australia di Tengah Tekanan Geopolitik Global

- Minggu, 17 Mei 2026 | 05:25 WIB
Indonesia Mulai Ekspor 47 Ribu Ton Pupuk Urea ke Australia di Tengah Tekanan Geopolitik Global
PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa Indonesia telah memulai ekspor pupuk ke Australia di tengah ketidakpastian global. Langkah ini, menurutnya, menandai meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan kawasan. Pengumuman tersebut disampaikan Amran dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026, menyusul pengiriman perdana 47 ribu ton pupuk urea ke Australia. "Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan," kata Amran. Hubungan bilateral di sektor pangan antara Indonesia dan Australia kian menguat. Amran mengaku menerima telepon langsung dari Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins MP, yang menyampaikan apresiasi atas dukungan pasokan pupuk dari Indonesia. Amran menuturkan, percakapan berlangsung hangat. Pemerintah Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia membantu menjaga ketersediaan pupuk di tengah gangguan rantai pasok yang dipicu tekanan geopolitik global. Situasi ini, lanjutnya, berdampak pada pasokan energi, pangan, dan bahan baku di berbagai negara. "Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global," ujar Amran.

Jaga Ketahanan Pertanian di Kawasan

Amran menjelaskan, pemerintah Australia menilai langkah Indonesia mengekspor pupuk memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan sektor pertanian di kawasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendukung kebutuhan negara lain. Apresiasi serupa sebelumnya juga telah disampaikan secara langsung oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama pangan antara kedua negara kini berkembang menjadi kemitraan strategis yang semakin erat. "Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia," ungkap Amran. Komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara tersebut dinilai menunjukkan posisi Indonesia yang semakin strategis dalam rantai pasok pangan global, khususnya di sektor pupuk.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar