PARADAPOS.COM - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan dukungan resmi untuk penyelenggaraan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026. Festival yang telah berlangsung sejak 2010 ini dinilai konsisten menjadi ruang kolaborasi lintas seni, komunitas, dan publik selama 15 tahun terakhir. Dukungan tersebut diberikan melalui program pengembangan talenta yang mencakup penguatan MIWF sebagai hub Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bidang sastra, film, seni pertunjukan, dan seni rupa. Kegiatan yang didukung meliputi lokakarya, pameran, pertunjukan tari, hingga pemutaran film untuk memperluas ruang interaksi lintas disiplin seni dan budaya.
Komitmen Pemerintah terhadap Ekosistem Sastra
Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis, menyoroti keberlanjutan MIWF sebagai sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Ia menilai festival ini mampu bertahan di tengah menjamurnya berbagai festival sastra di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Butuh komitmen, strategi, energi, dan resiliensi dari teman-teman yang menjadi motor penggerak MIWF,” ungkap Anissa.
Menurut Anissa, MIWF tidak hanya menghadirkan diskursus sastra, tetapi juga membuka ruang bagi seni pertunjukan, seni rupa, film, aktivisme warga, dan berbagai komunitas di Makassar maupun daerah lain di Indonesia. Ia menambahkan bahwa tema “Re-co-ordinate” yang diangkat pada MIWF 2026 dinilai relevan karena menempatkan festival tersebut sebagai ruang relasional yang menghubungkan jejaring seni budaya dan sosial. Tema itu juga mengajak publik meninjau kembali makna kemanusiaan di tengah berbagai persoalan yang berkembang saat ini.
Regenerasi Penulis dan Diplomasi Budaya
Kementerian Kebudayaan juga mendukung internasionalisasi sastra Indonesia melalui program penerjemahan, forum, diskusi publik, dan ruang jejaring internasional. Selain itu, dukungan diarahkan pada penguatan regenerasi penulis muda Indonesia Timur melalui program Emerging Writers MIWF.
Pemerintah turut mendorong penguatan diplomasi budaya Indonesia–Prancis di bidang sastra sebagai bagian dari perluasan jejaring kebudayaan internasional. Kementerian Kebudayaan juga mendukung penyusunan catatan perjalanan festival yang akan menjadi sumber pengetahuan dan rujukan bersama bagi pengembangan ekosistem sastra dan kebudayaan di masa mendatang.
Direktur MIWF, M. Aan Mansyur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menjaga festival tersebut tetap hidup selama bertahun-tahun.
“MIWF mampu bertahan hingga saat ini karena digerakkan oleh warga dan komunitas yang menjaga festival ini tetap hidup dari tahun ke tahun,” kata Aan Mansyur.
Ia menjelaskan bahwa MIWF 2026 menghadirkan 144 program dengan melibatkan ratusan panelis, komunitas, dan mitra kolaborator dari berbagai negara. Suasana di lokasi festival tahun ini terasa lebih semarak dengan partisipasi aktif dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, seniman, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Xabi Alonso Sepakat Tangani Chelsea dengan Kontrak Empat Musim
Polres Metro Tangerang Kota Dirikan 22 Pos Pantau Antisipasi Kejahatan Jalanan
Diplomasi Trump ke Beijing Dinilai Belum Cukup Pengaruhi Sikap Iran soal Blokade Selat Hormuz
Empat Pergantian Pemain di Babak Kedua Jadi Kunci Persija Jakarta Balikkan Keadaan atas Persik Kediri