Prabowo Bantah Indonesia Collapse Akibat Dolar AS, Sebut Masyarakat Desa Tak Pakai Dolar

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:50 WIB
Prabowo Bantah Indonesia Collapse Akibat Dolar AS, Sebut Masyarakat Desa Tak Pakai Dolar
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai Indonesia berada dalam kondisi collapse akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam peresmian Museum Marsinah, Sabtu, 16 Mei 2026, ia menegaskan bahwa masyarakat di desa tidak menggunakan dolar dalam keseharian mereka, sehingga dampaknya tidak perlu dibesar-besarkan. Kepala negara juga meyakinkan bahwa sektor pangan dan energi nasional tetap aman di tengah kepanikan yang melanda banyak negara lain.

Pandangan Presiden Soal Isu Ekonomi

Prabowo mengakui bahwa ada suara-suara yang terus menerus menyuarakan kekhawatiran terhadap nilai tukar rupiah dan dolar. Namun, ia mempertanyakan relevansi kekhawatiran tersebut bagi mayoritas rakyat Indonesia. "Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse akan keos akan apa rupiah begini dollar begini orang rakyat di desa gak pake dollar kok," kata Prabowo dalam peresmian Museum Marsinah, Sabtu, 16 Mei 2026. Ia pun menambahkan bahwa ketahanan pangan dan energi Indonesia masih terjaga. "Pangan aman energi aman banyak negara panik indonesia masih oke," imbuhnya.

Kritik terhadap Para Pejabat

Mantan Menteri Pertahanan ini juga menyoroti bahwa Indonesia diberkahi banyak karunia oleh Tuhan. Namun, ia menyayangkan sikap sejumlah pejabat yang telah memiliki kekuasaan tetapi tidak berpihak kepada rakyat. "Kita banyak kita banyak yang diberikan oleh yang maha kuasa, tapi, tapi para unsunan pimpinan yang harus setia kepada NKRI bukan rakyat. Rakyat pasti setia gada pilihan ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak tapi gajelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," jelasnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah suasana peresmian museum yang dihadiri oleh berbagai kalangan. Suasana di lokasi tampak khidmat, dengan para tamu undangan menyimak setiap arahan presiden.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar