PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia mematangkan persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang akan dimulai pada 8 Dzulhijjah atau Senin, 25 Mei 2026. Seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan bersiap menuju Arafah secara bertahap dalam tiga gelombang keberangkatan. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengimbau jemaah untuk mematuhi jadwal dan arahan petugas demi kelancaran rangkaian ibadah puncak tersebut.
Pergerakan Bertahap Menuju Arafah
Proses pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dimulai pada pagi hari. Pemerintah telah menyiapkan tiga trip keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Setiap jemaah diharapkan tidak bergerak sendiri dan tetap bersama rombongan masing-masing.
“Besok, 8 Zulhijah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan secara bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria, dikutip pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kesiapan Satuan Tugas dan Layanan Armuzna
Sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan ke lokasi. Tugas mereka adalah memastikan seluruh aspek layanan Armuzna siap, mulai dari tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, hingga proses penerimaan di Arafah.
Fase Armuzna merupakan tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah menekankan bahwa seluruh layanan harus benar-benar matang agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk.
Tips Fisik dan Barang Bawaan untuk Jemaah
Menjelang keberangkatan ke Arafah, pemerintah mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik. Perbanyak istirahat, makan secara teratur, dan cukupi kebutuhan cairan tubuh. Siapkan pula barang bawaan seperlunya agar perjalanan lebih ringan.
Barang bawaan yang wajib dibawa meliputi dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, serta perlengkapan kebersihan pribadi.
“Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” kata Maria.
Solidaritas Antar Jemaah
Suasana di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi, namun tetap diwarnai kewaspadaan. Maria mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan guna memastikan pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.
“Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar puncak haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, serta kemudahan,” tutur Maria.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Barcelona Juara, Mallorca Degradasi: Drama Pekan Terakhir LaLiga 2025/2026
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Capai 80 Persen, Tito Karnavian Soroti Tiga Daerah Prioritas
Pengembang Nakal Manipulasi Data KPR, Tenaga Ahli Kementerian PKP Sebut Ada Unsur Kesengajaan
Wakapolda Lampung Pimpin Patroli QR Presisi Skala Besar untuk Tekan Street Crime di Bandar Lampung