Jutaan Pelayat Iringi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran Setelah Penundaan Akibat Ketegangan Geopolitik

- Rabu, 08 Juli 2026 | 03:50 WIB
Jutaan Pelayat Iringi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran Setelah Penundaan Akibat Ketegangan Geopolitik
PARADAPOS.COM - Jutaan pelayat memadati jalan-jalan utama Teheran pada awal Juli 2026 untuk mengiringi prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada usia 86 tahun akibat serangan udara pada 28 Februari lalu. Suasana duka yang mendalam menyelimuti ibu kota, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu momen berkabung terbesar dalam sejarah modern Iran. Prosesi yang sempat tertunda karena dinamika geopolitik ini akhirnya digelar di bawah pengawalan keamanan berlapis.

Lautan Manusia di Ibu Kota

Jalan-jalan protokol Teheran berubah menjadi lautan hitam. Jutaan warga, yang didominasi pakaian serba hitam, datang dari berbagai penjuru negeri. Mereka tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah yang dibalut bendera nasional Iran melintas di atas kendaraan khusus. Banyak di antara pelayat yang membawa atribut duka dan bendera perlawanan, menciptakan pemandangan yang begitu khidmat sekaligus memilukan.

Perjalanan Panjang Menuju Peristirahatan Terakhir

Prosesi di Teheran hanyalah awal dari rangkaian panjang penghormatan. Setelah iring-iringan meninggalkan ibu kota, jenazah dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke kota suci Qom. Dari sana, rombongan akan menuju ke beberapa wilayah kota suci di Irak. Puncak dari seluruh rangkaian ini adalah pemakaman di kompleks makam suci Mashhad, sesuai dengan wasiat terakhir almarhum. “Kami kehilangan seorang pemimpin yang tak tergantikan. Hati kami hancur, tetapi kami akan terus melanjutkan perjuangannya,” ujar seorang pelayat paruh baya dengan suara bergetar di sela-sela isak tangis.

Penundaan Akibat Ketegangan Geopolitik

Upacara pemakaman berskala raksasa ini awalnya direncanakan segera setelah wafatnya Khamenei pada akhir Februari. Namun, situasi geopolitik yang tidak menentu memaksa pihak berwenang untuk menunda pelaksanaannya. Baru pada awal Juli 2026, kondisi dianggap cukup kondusif untuk menggelar prosesi akbar ini. Pengawalan keamanan berlapis pun diterapkan di sepanjang rute protokol guna mengantisipasi potensi gangguan.

Puncak Penghormatan Publik

Bagi banyak warga Iran, kehadiran mereka di jalanan Teheran adalah bentuk pengabdian terakhir. Mereka rela menempuh perjalanan jauh, berjam-jam menunggu di bawah terik matahari, hanya untuk bisa melihat peti jenazah sang pemimpin melintas. Suasana haru dan solidaritas begitu terasa, seolah waktu berhenti sejenak untuk menghormati sosok yang telah memimpin negeri selama beberapa dekade.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar