AS Cegat Kapal Kargo Iran di Teluk, Trump Klaim Sebagai Bagian Blokade

- Minggu, 19 April 2026 | 23:50 WIB
AS Cegat Kapal Kargo Iran di Teluk, Trump Klaim Sebagai Bagian Blokade

PARADAPOS.COM - Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan telah mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran di perairan Teluk. Insiden yang terjadi di tengah ketegangan geopolitik ini diklaim oleh mantan Presiden Donald Trump sebagai bagian dari blokade maritim yang diberlakukan Washington terhadap Teheran. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Klaim Trump dan Respons CENTCOM

Melalui sebuah unggahan di platform media sosialnya, Donald Trump menyatakan bahwa kapal bernama Touska berhasil dihentikan setelah diduga mencoba menerobos blokade dan tidak mengindahkan peringatan untuk berhenti. Trump juga menyebut kapal tersebut sebelumnya telah terkena sanksi Departemen Keuangan AS terkait aktivitas ilegal.

Untuk menguatkan klaim tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis rekaman visual yang dikatakan sebagai dokumentasi proses pencegatan. Dalam rekaman itu, terlihat tembakan peringatan dilepaskan ke arah kapal kargo tersebut, menggambarkan situasi mencekam di lapangan.

Jalur Diplomasi yang Terhambat

Di tengah insiden militer ini, upaya diplomasi tampaknya menemui jalan terjal. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance akan memimpin delegasi AS untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran di Islamabad, Pakistan.

Namun, niat baik dari satu pihak ini belum menemui kepastian. Media pemerintah Iran justru melaporkan sikap sebaliknya.

“Kabar mengenai putaran kedua negosiasi adalah tidak benar,” demikian dilaporkan media Iran, seraya menegaskan bahwa pejabat mereka tidak akan berpartisipasi selama blokade AS masih berlaku. Mereka menilai langkah Washington itu justru menghambat kemajuan dialog.

Latar Belakang Ketegangan yang Berkepanjangan

Konflik antara Washington dan Teheran memang telah memanas dalam beberapa bulan terakhir, dipicu oleh serangan AS dan Israel akhir Februari lalu yang kemudian diikuti serangkaian aksi balasan. Gencatan senjata dua minggu sempat disepakati, namun akar permasalahan tetap belum terselesaikan.

Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan terus berlaku hingga sebuah kesepakatan tercapai. Isu-isu krusial seperti program nuklir Iran dan penguasaan atas Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak global—masih menjadi titik sengketa utama yang membuat perundingan putaran pertama sebelumnya mentah.

Meski respons Iran terkesan menolak, persiapan teknis untuk kemungkinan perundingan di Islamabad pada Senin ini dilaporkan tetap berlangsung. Situasi ini meninggalkan ruang bagi kemungkinan manuver diplomatik terakhir, meski atmosfer kepercayaan antara kedua negara tampaknya masih sangat tipis.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar