SGMW Siapkan Transfer Teknologi Pabrik Cerdas Berbasis AI ke Wuling Cikarang

- Rabu, 08 Juli 2026 | 01:00 WIB
SGMW Siapkan Transfer Teknologi Pabrik Cerdas Berbasis AI ke Wuling Cikarang

PARADAPOS.COM - Di balik tembok pabrik seluas jutaan meter persegi di Liuzhou, Provinsi Guangxi, Tiongkok, SAIC-GM-Wuling (SGMW) tidak hanya merakit kendaraan. Perusahaan patungan yang menjadi salah satu produsen otomotif terbesar di Tiongkok ini telah membangun ekosistem manufaktur masa depan yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan riset energi baru. Dari pusat riset dengan ribuan peneliti hingga pabrik baterai yang memproduksi ratusan ribu unit per tahun, SGMW tengah mempersiapkan diri untuk memperkuat posisinya di pasar global, termasuk Indonesia, dengan mentransfer teknologi pabrik pintar ini ke fasilitas produksi di Cikarang.

Produk-produk SGMW, yang mencakup kendaraan komersial ringan, mobil penumpang, dan kendaraan listrik (NEV) di bawah merek Wuling dan Baojun, kini telah menembus lebih dari 100 negara dan wilayah. Fasilitas utama di Liuzhou bukan sekadar lini perakitan. Di dalamnya, terdapat pusat riset Laboratorium Energi Baru yang telah memenuhi standar global.

Laboratorium Berstandar Global dengan Ribuan Peneliti

Laboratorium ini menjadi tulang punggung inovasi SGMW. Didukung oleh lebih dari 4.000 tenaga riset dan pengembangan (R&D), termasuk para peneliti bergelar doktor, magister, dan pakar internasional, fasilitas ini memiliki 14 laboratorium berstandar dunia. Pengujian dilakukan secara menyeluruh terhadap tiga komponen utama kendaraan listrik: baterai, motor listrik, dan sistem kontrol elektronik.

Selain itu, terdapat pula fasilitas pengujian keselamatan tabrakan, NVH (Noise, Vibration, Harshness), kompatibilitas elektromagnetik (EMC), manajemen termal, hingga teknologi kendaraan pintar dan material ringan. Fokus risetnya mencakup pengembangan baterai yang aman dan efisien, motor listrik, sistem kontrol elektronik, teknologi berkendara otonom, kabin berbasis AI, konektivitas kendaraan, material ramah lingkungan, serta penerapan manufaktur cerdas seperti intelligent manufacturing, intelligent island, dan digital twin.

Yang menarik, laboratorium ini juga menguji ketahanan kendaraan terhadap iklim khas ASEAN yang panas, lembab, dan berkadar garam tinggi. Langkah ini sekaligus mendorong harmonisasi standar sertifikasi untuk mendukung penerapan standar otomotif Tiongkok di pasar global.

Hasil Inovasi: Dari Baterai Shenlian hingga Standar ASEAN

Hingga saat ini, laboratorium tersebut telah melahirkan sejumlah inovasi kelas dunia. Salah satunya adalah Intelligent Island Manufacturing System, sistem manufaktur cerdas pertama di dunia yang masuk dalam daftar perdana National Pilot List for Pioneer-Level Smart Factories.

Kemudian, ada Huajing S, kendaraan modern yang berhasil melewati uji tabrak samping 80 km/jam dan uji jatuh dari ketinggian 15 meter. Tak ketinggalan, baterai Shenlian yang mencatatkan nol insiden thermal runaway setelah digunakan sejauh 76,6 miliar kilometer.

Lebih dari itu, desain keselamatan Wuling Air EV telah diadopsi ke dalam regulasi teknis resmi ASEAN. Sementara itu, standar pengisian cepat DC-nya telah memperoleh sertifikasi SNI Indonesia. Ini menjadi tonggak penting bagi produsen otomotif Tiongkok dalam penyusunan standar teknis otomotif di kawasan ASEAN.

Pabrik Baterai dengan Pendapatan Triliunan Rupiah

Masih dalam satu kawasan, beroperasi pabrik Liuzhou SAIKG Technology Development Co., Ltd. (SAIKG Tech). Fasilitas ini memastikan rantai pasok untuk tiga komponen utama kendaraan listrik SGMW. Pencapaiannya cukup impresif: pendapatan tahunan di atas 10 miliar yuan. Pada 2025, nilai produksinya mencapai 15,08 miliar yuan, meningkat 41 persen dibanding tahun sebelumnya. Bisnis kendaraan energi baru menyumbang lebih dari 93 persen total pendapatan SAIKG Tech.

Perusahaan ini tercatat telah memproduksi dan menjual sebanyak 800.000 unit baterai kendaraan listrik, serta 725.000 unit sistem penggerak listrik. Komponen yang diproduksi SAIKG Tech telah diekspor ke 105 negara dan wilayah dengan dua merek utama: Lingxi Power dan Shenlian Battery. Keduanya telah memenuhi standar keselamatan tertinggi lewat berbagai pengujian ekstrem. SAIKG Tech juga menjadi perusahaan komponen otomotif pertama yang menerapkan Intelligent Island Manufacturing System (I2MS).

Manufaktur Cerdas: Robot dan AI Mengubah Lini Produksi

Transformasi digital di SGMW diwujudkan melalui pengembangan Intelligent Island Manufacturing System (I2MS). Sistem manufaktur berbasis "pulau pintar" ini disebut sebagai yang pertama di dunia. Setelah melalui berbagai tahapan evaluasi, sistem ini terpilih dalam daftar perdana National Pilot List for Pioneer-Level Smart Factories. SGMW menjadi satu-satunya produsen kendaraan yang memperoleh pengakuan tersebut.

Proyek ini dimulai pada 2012 dengan luas kawasan mencapai 3 juta meter persegi dan investasi awal sebesar 1,1 miliar yuan. Pabrik ini mengintegrasikan berbagai teknologi mutakhir seperti Digital Twin, AI, dan Flexible Manufacturing. Fasilitas produksinya terdiri atas 4 bengkel pintar, 78 intelligent island, 2 gudang, serta 637 robot produksi. Teknologi ini telah mengubah sistem lini produksi konvensional menjadi sistem produksi berbasis pulau (island-based production) yang mampu memproduksi 24 model kendaraan secara bersamaan melalui tiga klaster.

Hebatnya lagi, lebih dari 75 persen proses produksinya telah memanfaatkan teknologi AI. SGMW juga mengembangkan sistem Excellence Operation AI (EOAI) yang mendukung siklus operasional berbasis kecerdasan buatan, mulai dari pengumpulan data secara cerdas, riset dan pengembangan, manufaktur fleksibel, pengelolaan rantai pasok, hingga layanan prediktif. Sistem AI memastikan proses produksi sesuai standar dengan memonitor kualitas komponen, mengawasi proses perakitan, mendeteksi potensi kesalahan produksi, menganalisis performa mesin, hingga memprediksi kebutuhan perawatan peralatan produksi.

Berkat transformasi produksi tersebut, SGMW total sudah mengantongi 110 paten, 67 hak cipta perangkat lunak, hingga berkontribusi dalam penyusunan 6 standar nasional dan industri. Dampaknya terlihat jelas: efisiensi produksi meningkat 30 persen, Overall Equipment Effectiveness (OEE) mencapai 98,82 persen, dan durasi pengembangan produk berkurang 43 persen. Tak ketinggalan, penjualan kendaraan energi baru meningkat 104 persen.

Pabrik Wuling Cikarang Siap Mengadopsi Teknologi Serupa

Vice President of SAIC-GM-Wuling (SGMW), Han Dehong, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya berencana merilis banyak model baru di Indonesia, tetapi juga mengintegrasikan teknologi yang ada di Liuzhou dengan fasilitas pabrik Wuling Motors di Cikarang.

"Kami mengoptimalkan ekosistem kami. Dengan era teknologi yang terus berkembang khususnya AI kami bisa lebih cepat mengintegrasikan dengan pabrik Wuling di Cikarang, Indonesia untuk menekan biaya logistik dan memperkuat kualitas performa, safety. Jadi kami akan mengembangkan teknologi AI computing dalam hal produksi," kata Han Dehong di Liuzhou, China beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, selama ada model terbaru Wuling yang dipasarkan di Indonesia, maka akan ada penyesuaian di fasilitas produksi di Cikarang.

"Kita akan terus mengimprove fasilitas produksi di Cikarang. Saat meluncurkan model baru di sana (Indonesia), kami juga melakukan perubahan dalam sistem produksi di Cikarang," pungkas Han Dehong.

(PRI)

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar