Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Kendari, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

- Kamis, 04 Juni 2026 | 01:00 WIB
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Kendari, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan
PARADAPOS.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 05.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat, tepatnya 11 kilometer arah timur laut Kota Kendari. Guncangan dirasakan dalam skala III MMI, setara dengan getaran yang terasa jelas di dalam rumah seperti ada truk besar melintas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Lokasi dan Parameter Gempa

Berdasarkan data resmi BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 3,92 Lintang Selatan dan 122,59 Bujur Timur. Sumber gempa berasal dari daratan, bukan dari dasar laut, sehingga tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kedalaman gempa tidak disebutkan secara spesifik dalam rilis awal, namun karakteristik guncangan yang dirasakan menunjukkan sumber gempa yang relatif dangkal.

Skala Guncangan dan Dampak

"Gempa dirasakan di Kendari, skala III MMI atau terasa jelas di dalam rumah, seakan truk besar melintas," demikian pernyataan resmi BMKG. Skala III MMI dalam Modified Mercalli Intensity berarti getaran dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah, dan benda-benda ringan seperti lampu gantung bisa bergoyang. Meski demikian, tim di lapangan belum menemukan adanya bangunan yang retak atau ambruk akibat kejadian ini.

Riwayat Gempa Sehari Sebelumnya

Peristiwa ini bukanlah yang pertama dalam waktu berdekatan. Sehari sebelumnya, pada Rabu, 3 Juni 2026, Kendari juga diguncang gempa bumi. Pusat gempa saat itu berada di darat, hanya dua kilometer di utara Kendari. Guncangan pada Rabu dini hari tercatat dalam skala II-III MMI. Artinya, getaran masih ringan dan hanya dirasakan oleh sebagian orang, namun beberapa benda ringan sempat bergoyang.

Imbauan dan Kewaspadaan

"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," pesan BMKG dalam rilis resminya. Imbauan ini disampaikan mengingat aktivitas seismik yang terjadi dua hari berturut-turut di wilayah yang sama. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman sebelum kembali beraktivitas normal. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai potensi gempa susulan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler