PARADAPOS.COM - Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu, hanya beberapa hari sebelum ia dijadwalkan memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026. Peristiwa ini terjadi saat Artan melakukan perjalanan dari Istanbul menuju Miami untuk menghadiri seminar wasit yang digelar FIFA. Penolakan tersebut langsung menjadi sorotan setelah beredar luas di media lokal dan media sosial, memicu pertanyaan mengenai prosedur imigrasi yang dihadapi oleh ofisial sepak bola internasional.
Perjalanan Terhenti di Bandara
Artan, yang baru saja dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika untuk tahun 2025 dalam ajang CAF Awards di Rabat, Maroko, terbang dari Istanbul menuju Miami pada Sabtu, 6 Juni 2026. Ia seharusnya mengikuti seminar persiapan yang diadakan FIFA untuk para wasit. Namun, begitu tiba di AS, ia langsung ditolak masuk oleh petugas imigrasi dengan alasan yang hingga kini belum dijelaskan secara resmi. Akibatnya, ia dipulangkan kembali ke Istanbul pada keesokan harinya, Minggu, 7 Juni 2026.
“Meskipun dipilih oleh FIFA untuk memimpin pertandingan di turnamen tersebut, Artan dilaporkan menghadapi kesulitan mendapatkan visa,” demikian bunyi laporan yang dikutip dari media setempat.
Upaya Diplomatik dan Respons FIFA
Kedutaan Besar Somalia di Nairobi, Kenya, sebelumnya telah menyatakan pada Jumat bahwa mereka telah memfasilitasi perjalanan Artan dengan menggunakan paspor diplomatik. Informasi ini disebarluaskan melalui unggahan di media sosial. Namun, langkah diplomatik itu tampaknya tidak cukup untuk melancarkan proses masuknya ke wilayah AS.
Di sisi lain, Kepala Wasit di Asosiasi Sepak Bola Somalia dikabarkan telah secara resmi menghubungi FIFA untuk melaporkan insiden ini. Menurut laporan yang beredar, FIFA telah mengakui adanya masalah tersebut dan berjanji akan memberikan tanggapan sesegera mungkin. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, otoritas Somalia, maupun pejabat AS.
Latar Belakang Kebijakan Imigrasi
Peristiwa ini terjadi di tengah kebijakan imigrasi yang ketat dari pemerintah AS. Sebuah proklamasi yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 4 Juni 2025 secara tegas menyatakan: “Masuknya warga negara Somalia ke Amerika Serikat sebagai imigran dan non-imigran dengan ini sepenuhnya ditangguhkan.” Kebijakan ini membatasi hampir seluruh jenis perjalanan warga Somalia ke AS, termasuk untuk keperluan profesional seperti yang dialami Artan.
Prestasi Bersejarah di Tengah Kontroversi
Artan sendiri merupakan sosok yang tengah naik daun di dunia sepak bola Afrika. Penghargaan Wasit Terbaik Afrika yang ia raih pada tahun 2025 menjadi bukti kapasitasnya di lapangan. Ia juga tercatat sebagai wasit Somalia pertama yang terpilih untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA. Ironisnya, prestasi bersejarah ini kini harus diuji oleh kendala administratif di luar kendalinya.
Situasi di bandara Miami pagi itu tampak tegang. Seorang pria berseragam olahraga dengan koper di tangan, yang seharusnya bersiap memimpin laga akbar, justru harus berbalik arah pulang. Belum ada kejelasan apakah ia akan tetap bisa menjalankan tugasnya di Piala Dunia atau harus digantikan oleh wasit lain.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kejagung Masih Kaji Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN yang Seret 26 Nama
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio Usai Endorse Kopi di Rumah Pribadi, Isu Hak Asuh Anak Kembali Mencuat
Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Transisi Energi
Iran Ancam Balas Serangan Udara Israel di Beirut, Tewaskan Tiga Orang