PARADAPOS.COM - China secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro Jr., beserta istri dan anaknya pada Kamis (11/6). Langkah ini diambil setelah Beijing menuding Teodoro berulang kali melontarkan pernyataan yang merugikan kepentingan China dan merusak hubungan bilateral kedua negara. Sanksi tersebut melarang mereka memasuki China daratan, Hong Kong, dan Makau, serta melarang organisasi dan individu China untuk bertransaksi atau bekerja sama dengan mereka.
Kronologi dan Tuduhan dari Beijing
Kementerian Luar Negeri China, dalam pernyataan resminya, menuduh Teodoro telah “berulang kali membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang China.” Tuduhan ini dinilai telah merusak kepentingan sah Beijing dan secara langsung “menyabotase” hubungan China-Filipina.
Pengumuman sanksi ini muncul hanya beberapa hari setelah forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura. Di forum tersebut, Teodoro secara terbuka mengkritik keras perilaku China di Laut China Selatan.
Ketegangan di Shangri-La Dialogue
Suasana di Singapura kala itu memanas. Dalam sebuah diskusi panel, dua perwira senior dari Tentara Pembebasan Rakyat China melontarkan pertanyaan provokatif kepada Teodoro. Mereka mempertanyakan apakah Filipina akan terus bertindak sebagai proksi Amerika Serikat di Asia, atau justru memilih menjalin hubungan yang lebih kooperatif dengan China.
Menanggapi hal itu, Teodoro dengan tegas menolak karakterisasi tersebut. Ia membela kemitraan keamanan Manila dengan Washington, mengingat Filipina merupakan salah satu sekutu tertua AS di kawasan Asia-Pasifik.
“Beijing merebut wilayah di Laut China Selatan yang disengketakan dan menindas rakyatnya sendiri,” ujar Teodoro saat itu, menuduh China melakukan tindakan agresif di wilayah yang diklaim oleh kedua negara.
Reaksi Keras dari Juru Bicara Kemlu China
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, bereaksi keras terhadap pernyataan Teodoro. Dalam keterangannya, Mao Ning menyebut bahwa Teodoro “berulang kali membuat pernyataan yang keliru” tentang China.
“Pernyataan itu telah sangat merusak hubungan dan kepercayaan timbal balik China-Filipina,” tegas Mao Ning, seraya menambahkan bahwa sikap Teodoro bertentangan dengan kepentingan rakyat Filipina sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, baik Teodoro maupun pemerintah Filipina belum memberikan tanggapan resmi terkait sanksi yang dijatuhkan oleh China.
Memburuknya Hubungan Bilateral
Hubungan antara Beijing dan Manila memang terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Konfrontasi di Laut China Selatan semakin sering terjadi, dengan kedua negara saling menuding melakukan tindakan provokatif di sekitar terumbu karang dan gosong yang disengketakan. Klaim teritorial yang tumpang tindih menjadi akar dari ketegangan yang tak kunjung reda ini.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Waspada Kanker Usus pada Wanita Muda: 5 Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Khamenei Ditunda Hingga Akhir Juni demi Hormati Masa Berkabung Muharram
Persis Solo Tunjuk Rochmat Setiawan sebagai Kepala Departemen Analisis untuk Perkuat Pendekatan Berbasis Data
Presiden Prabowo Tugaskan Mendikdasmen Bentuk Tim Evaluasi Buku Ajar Sekolah