Pemerintah Aceh Berduka atas Wafatnya Mantan Gubernur Zaini Abdullah

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:25 WIB
Pemerintah Aceh Berduka atas Wafatnya Mantan Gubernur Zaini Abdullah
PARADAPOS.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr. Zaini Abdullah, yang akrab disapa Abu Doto. Mantan gubernur itu meninggal dunia di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu, 13 Juni 2026, sekitar pukul 12.24 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka bagi masyarakat Aceh yang mengenangnya sebagai sosok berjasa dalam pembangunan daerah dan penguatan perdamaian.

Ucapan Duka dari Pemerintah Aceh

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan belasungkawa secara resmi. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, pemerintah Aceh turut berduka atas berpulangnya dr. Zaini Abdullah,” ujarnya. “Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum serta memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” lanjut Nurlis.

Dedikasi Seumur Hidup untuk Aceh

Nurlis menuturkan, kepergian dr. Zaini Abdullah merupakan kehilangan besar bagi seluruh warga Aceh. Semasa hidup, almarhum dikenal mengabdikan diri untuk daerah dan masyarakat, baik melalui profesinya sebagai dokter maupun kiprahnya sebagai pemimpin daerah. Saat menjabat sebagai Gubernur Aceh, ia turut berkontribusi dalam berbagai upaya pembangunan daerah dan penguatan perdamaian. Menurut Nurlis, kontribusi tersebut menjadi pondasi penting bagi kemajuan Aceh hingga saat ini.

Warisan yang Dikenang

Dedikasi dan pengabdian almarhum kini menjadi bagian dari perjalanan sejarah Aceh yang akan terus dikenang. Salah satu warisan nyata yang disebut adalah pengembangan Masjid Raya Baiturrahman, yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat. Pemerintah Aceh menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum. Seluruh masyarakat diajak untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhum khusnul khatimah dan segala amal pengabdiannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” demikian tutup Nurlis Effendi.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar