PARADAPOS.COM - Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan pelatih Timnas Indonesia John Herdman di Hambalang, Bogor, pada Jumat (19/6) lalu, memicu reaksi dari media Vietnam. Dalam laporannya, media Vietnam Soha menyoroti tekanan besar yang kini dihadapi skuad Garuda setelah Presiden secara langsung menargetkan gelar juara Piala AFF 2026. Target ambisius ini dinilai menambah beban di tengah fokus utama Timnas Indonesia yang juga memburu tiket ke Piala Dunia 2030.
Pertemuan di Hambalang dan Target Ambisius
Suasana di kediaman Presiden di Hambalang pagi itu tampak serius. John Herdman, yang baru beberapa waktu memegang kendali tim, hadir bersama Erick Thohir. Mereka disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum akhirnya bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah arahan. Dua target utama yang menonjol adalah memenangkan Piala AFF 2026 dan melaju ke Piala Dunia 2030. Target ini bukan sekadar wacana; John Herdman mengonfirmasi bahwa ia mendengar langsung permintaan tersebut.
“FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kita menangkan untuk menunjukkan bahwa kita berada di puncak Asia Tenggara,” tegas John Herdman dengan optimis.
Tekanan dari Target Juara
Di sisi lain, media Vietnam melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Dalam artikel yang dirilis pada Minggu (21/6), Soha menulis bahwa posisi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 kini berada dalam tekanan.
“Pelatih Indonesia John Herdman dan para pemainnya menghadapi tekanan yang sangat besar menjelang Piala AFF,” tulis headline media Vietnam, Soha.
Menurut laporan tersebut, meskipun lolos ke Piala Dunia 2030 tetap menjadi prioritas utama, target juara Piala AFF yang datang langsung dari Presiden memberikan dimensi tekanan yang berbeda. Ini bukan sekadar soal prestasi, melainkan juga ekspektasi politik dan publik yang tinggi.
Jalan Menuju Piala Dunia 2030
Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia mengusung target yang sangat ambisius. Namun, target ini bukan tanpa dasar. Sebelumnya, di bawah asuhan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Indonesia nyaris saja menembus Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya kandas di babak kualifikasi keempat.
Kegagalan itu kini menjadi pelajaran berharga. Dengan Herdman, harapan kembali muncul. Selain terus menjaring talenta diaspora, sejumlah agenda terdekat, termasuk FIFA Matchday dan Piala AFF 2026 pada Juli mendatang, dijadikan sebagai ajang uji mental dan pembentukan karakter tim.
Pertandingan-pertandingan ini bukan hanya ajang pemanasan, melainkan batu loncatan untuk membuktikan bahwa sepak bola Indonesia siap bersaing di level tertinggi.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
AS Jalin Komunikasi dengan Oposisi Israel di Tengah Ketegangan dengan Netanyahu
Rusia Klaim Berhasil Cegat 59 Drone Ukraina dalam Serangan ke Moskow
Djarot Tuding Arahan Jokowi ke PSI untuk Kawal Prabowo-Gibran Dua Periode sebagai Skenario Politik Jangka Panjang
Presiden Prabowo Panggil Dirut PLN ke Istana, Minta Penjelasan soal Pemadaman Listrik di Jawa