PARADAPOS.COM - Tangerang, 25 Juni 2026. Managing Partner SW Sustainability Center, Febryanti Simon, menegaskan bahwa perusahaan saat ini harus mengubah cara pandang terhadap keberlanjutan. Di tengah tekanan dari regulator, investor, dan masyarakat, keberlanjutan tidak lagi bisa dilihat sebagai beban biaya tambahan atau sekadar kewajiban pelaporan. Sebaliknya, inisiatif ini harus dimaknai sebagai alat untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan Febryanti dalam forum Asia-Pacific Sustainable Business Summit 2026.
Febryanti menyoroti masih banyaknya organisasi yang memandang agenda keberlanjutan sebagai pusat biaya atau cost center. Padahal, menurutnya, ketika program keberlanjutan mampu menekan biaya operasional, memitigasi risiko bisnis, membuka akses pendanaan, dan memperkuat kepercayaan investor, maka fungsi tersebut telah bertransformasi menjadi sumber penciptaan nilai yang nyata.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah keberlanjutan menciptakan nilai, tetapi apakah perusahaan mampu mengukur dan menunjukkan nilai tersebut kepada para pemangku kepentingan. Di sinilah peran fungsi keuangan menjadi sangat penting," ujar Febryanti dalam acara yang digelar di kawasan Tangerang tersebut.
Mengintegrasikan Keberlanjutan dengan Investasi dan Strategi Bisnis
Febryanti menekankan bahwa kesuksesan sebuah perusahaan tidak diukur dari seberapa banyak komitmen atau target keberlanjutan yang diumumkan ke publik. Justru, yang menjadi pembeda adalah keberanian untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam keputusan investasi dan strategi bisnis inti.
"Banyak perusahaan sudah memiliki kebijakan dan target keberlanjutan. Namun yang membedakan para pemimpin pasar dengan perusahaan lainnya adalah apakah faktor keberlanjutan benar-benar memengaruhi keputusan investasi, inovasi, dan pengalokasian sumber daya perusahaan," jelasnya lebih lanjut.
Menurutnya, alokasi modal menjadi indikator paling konkret untuk menilai keseriusan sebuah perusahaan dalam menjalankan transformasi menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Jika keberlanjutan sudah menjadi bagian dari pertimbangan investasi dan pengambilan keputusan strategis, maka ia tidak lagi sekadar program tambahan.
"Jika keberlanjutan telah menjadi bagian dari pertimbangan investasi dan pengambilan keputusan strategis, maka keberlanjutan tidak lagi menjadi program tambahan, melainkan bagian dari DNA perusahaan," kata dia.
Forum ini juga menegaskan bahwa masa depan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan semata. Lebih dari itu, ketahanan perusahaan dalam mengelola risiko dan menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penentu utama.
Melalui partisipasi dalam forum internasional seperti ini, SW Sustainability Center berkomitmen untuk terus mendukung organisasi dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi, tata kelola, manajemen risiko, serta pelaporan perusahaan. Tujuannya jelas: menghasilkan kinerja bisnis yang berkelanjutan dan bernilai jangka panjang.
Artikel Terkait
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Gunakan 8 Nama Samaran, Termasuk ‘John Lennon 07’, dalam Kasus Suap Tambang Nikel Rp4,85 Miliar
Persib Bandung Resmi Lepas Adam Przybek, Kiper Asal Inggris yang Hanya Main Sekali
352 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air, Total Pemulangan Capai 5.016 Orang
Ruben Onsu Bertemu Thalia dan Thania Sebelum Umrah, Betrand Peto Diduga Sindir Sarwendah